Menurut IBM & Globalforce dalam Darmawan & Napitupulu (2023)
Employee Experience digambarkan sebagai Sekumpulan persepsi yang dimiliki
karyawan pengalaman mereka di tempat kerja sebagai respons terhadap interaksi
mereka dengan organisasi. Menurut Morgan dalam Ariani & Hary (2022)
berpendapat bahwa Employee Experience digambarkan sebagai bagaimana
perusahaan menciptakan lingkungan di mana individu akan muncul tanpa
perusahaan harus menunggu mereka dibutuhkan. Indikator Variabel dari Employee
Experience yang digunakan merujuk pada indikator milik Morgan dalam Ariani &
Hary (2022) yaitu:
- Lingkungan Fisik adalah Pengalaman fisik mengacu pada lingkungan
kerja fisik di mana karyawan benar-benar bekerja, termasuk ruang kerja,
fasilitas dan peralatan, pencahayaan, kebisingan, dan ergonomi. - Lingkungan Budaya adalah mengacu pada nilai-nilai, keyakinan, dan
norma-norma organisasi yang menciptakan suasana organisasi dan
segala sesuatu yang berkontribusi terhadapnya, seperti kualitas
hubungan antara rekan kerja dan manajer - Lingkungan Teknis adalah mengacu pada sumber daya dan tingkat
teknologi yang dapat digunakan karyawan untuk melakukan pekerjaan
mereka secara efektif, termasuk segala sesuatu mulai dari aplikasi
hingga perangkat keras, perangkat lunak, antarmuka pengguna, dan
desain
