Indikator Retensi Karyawan


Menurut Mathis dan Jackson (2006:128) dalam Robbani (2012), faktor yang
menentukan retensi suatu karyawan, antara lain:

  1. Komponen Organisasional
    Yang mempengaruhi karyawan dalam memutuskan apakah bertahan atau
    meninggalkan perusahaan mereka. Organisasi memiliki budaya dan nilai
    organisasional. Budaya Organisional adalah pola nilai dan keyakinan bersama yang
    memberikan arti dan peraturan perilaku bagi anggota organisasional. Nilai
    Organisional utama yang mempengaruhi keinginan karyawan untuk bertahan adalah
    kepercayaan. Karyawan yang yakin bahwa mereka dapat mempercayai para manajer,
    rekan kerja, sistem keadilan organisasi tidak begitu berkeinginan meninggalkan
    pemberi kerjanya saat ini.
    Komponen organisasional lain yang mempengaruhi retensi karyawan adalah
    Strategi, Peluang, dan Manajemen Organisasionak_Dalam beberapa organisasi,
    peristiwa eksternal dianggap sebagai ancaman, sedangkan organisasi lain
    menganggap perubahan sebagai tantangan yang membutuhkan respons. Pendekatan
    akhir dapat menjadi keunggulan kompetitif, terutama sebuah organisasi berada dalam
    industri yang semakin meningkat dan dinamis.
    Karyawan memandang organisasi mereka dari perencanaan masa depan dari
    kepemimpinan organisasional mereka. Apabila perusahaan tidak dikelola dengan
    baik, karyawan mungkin akan merasa bosan yang akan di tunjukkan dengan tidak
    efesien dalam pekerjaan yang dihadapi. Komponen organisasional terakhir yang
    mempengaruhi retensi karyawan adalah keamanan kerja. Persoalan ketidakamanan
    kerja biasanya meningkat ketika karyawan menjadi lebih tua karena mereka merasa
    akan mengalami lebih banyak kesulitan dalam mencari pekerjaan yang sebanding
    dengan pekerjaan sebelumnya.
  2. Peluang Karier Organisasional
    Workforce Commitment Survey yang diadakan AON Consulting menemukan bahwa
    peluang untuk pengembangan pribadi memunculkan alasan mengapa individu
    mengambil pekerjaannya saat ini dan mereka bertahan di sana, yang lebih penting dari
    pada kompensasi dan keseimbangan pekerjaan/keluarga. Usaha pengembangan karir
    organisasional dirancang untuk memenuhi harapan para karyawan bahwa para pemberi
    kerja mereka berkomitmen untuk mempertahankan pengetahuan, ketrampilan dan
    kemampuannya saat ini. Perencanaan karir organisasi juga meningkatkan retensi
    karyawan dengan mengupayakan perencanaan karir formal.
  3. Penghargaan
    Penghargaan yang diterima oleh karyawan datang dalam bentuk gaji, insentif, dan
    tunjangan. Gaji atau kompensasi yang lebih tinggi dapat merupakan alasan untuk
    16
    berpindah kerja.
  4. Rancangan Tugas dan Pekerjaan
    Faktor mendasar yang mempengaruhi retensi karyawan adalah sifat dari tugas dan
    pekerjaan yang dilakukan. Karena karyawan menghabiskan waktu yang signifikan
    ditempat kerja, mereka berharap untuk bekerja dengan peralatan dan teknologi moderen
    serta memiliki kondisi kerja yang baik, mengingat sifat pekerjaan tersebut. Karyawan
    juga menginginkan lingkungan kerja yang aman dimana risiko kecelakaan dan luka
    diperhatikan. Hal ini khususnya benar bagi para pemberi kerja dalam industri
    manufaktur, pertanian, peralatan sehari-hari dan transportasi yang memiliki risiko
    keselamatan yang lebih tinggi dari pada dalam banyak industri jasa dan lingkungan
    kantor.
  5. Hubungan Karyawan
    Kumpulan terakhir yang mempengaruhi retensi karyawan didasarkan pada
    hubungan karyawan dalam organisasi. Bidang-bidang seperti kelayakan dari
    kebijakan SDM, keadilan dari tindakan disipliner, dan cara yang digunakan untuk
    memutuskan pembelian kerja dan peluang kerja, semuanya mempengaruhi retensi
    karyawan.