Menurut Mathis et al. (2017) berbagai macam indikator yang dapat ditinjau
dalam jenjang karir yaitu:
- Kejelasan jalur karir, sejauh mana perusahaan menyediakan gambaran yang
terstruktur mengenai alur kenaikan posisi, perpindahan jabatan, serta
persyaratan yang harus dipenuhi untuk mencapai setiap tahapan karir.
Indikator ini mencerminkan apakah karyawan mengetahui langkah yang
harus ditempuh serta arah perkembangan karir yang disediakan organisasi. - Kesempatan promosi, ketersediaan peluang bagi karyawan untuk naik ke
posisi yang lebih tinggi berdasarkan kinerja, kompetensi, dan kebutuhan
organisasi. Indikator ini menunjukkan apakah perusahaan menyediakan
ruang bagi karyawan untuk berprogres secara vertikal dalam struktur
jabatannya. - Kesempatan transfer dan mobilitas karir, peluang karyawan untuk
melakukan perpindahan posisi, baik secara lateral maupun lintas divisi,
sebagai bagian dari pengembangan karir. Mobilitas karir memungkinkan
karyawan memperluas pengalaman, mendapatkan kompetensi baru, dan
menemukan jalur karir yang paling sesuai. - Kesempatan pengembangan kompetensi, perusahaan menyediakan program
pengembangan seperti pelatihan, workshop, coaching, maupun assignment
baru yang membantu karyawan meningkatkan kemampuan teknis maupun
non-teknis. Pengembangan kompetensi menjadi bagian penting dalam
membantu karyawan memenuhi persyaratan karir selanjutnya. - Akses informasi karir, tingkat kemudahan karyawan dalam mendapatkan
data terkait peluang promosi, lowongan internal, persyaratan kompetensi,
peta karir, dan informasi pengembangan diri. Informasi dapat disediakan
melalui career portal, manual karir, atau HR. - Kesesuaian penempatan dengan kemampuan, menempatkan karyawan pada
posisi yang sesuai dengan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan
mereka. Penempatan yang tepat memastikan karyawan berada pada jalur
karir yang selaras dengan potensi dan tujuan karir mereka
