Menurut Sauter, Murphy dan Hurrel (dalam Putra dan Mulyadi, 2010)
menyatakan terdapat beberapa faktor dari job demands yang mempengaruhi
perilaku karyawan dalam perusahaan, antara lain :
- Work Schedulling
Work schedulling merupakan waktu yang ditetapkan oleh
perusahaan bagi karyawan untuk menyelesaikan tuntutan
tugasnya. Pada jenis pekerjaan tertentu work schedulling juga
berkaitan dengan rotasi karyawan pada jadwal shift kerjanya. - Work load dan work pace
Work load dan work pace adalah jumlah absolut dari beban kerja
dan kecepatan atau waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
pekerjaan (Day dan Jreige, 2002). Day dan Jreige juga
mengungkapkan bahwa work load dan work pace merupakan hal
yang mempengaruhi perilaku karyawan dan kesehatan mental
karyawan. - Job Content
Sauter (1990) mengungkapkan bahwa job content adalah
intensitas, muatan dan siklus pekerjaan yang membutuhkan skill
dan kreativitas karyawan. Lebih lanjut Sauter menyatakan bahwa
job content yang terlalu ringan dan berat akan mempengaruhi
perilaku karyawan. - Job Control
Job control adalah otoritas yang dimiliki oleh karyawan untuk
mengendalikan dan melakukan pengambilan keputusan dalam
pekerjaannya dengan menggunakan skill yang dimiliki (Love et al,
2007). Fox et al (1993) menyatakan bahwa job control bagi
karyawan dapat meliputi: kebebasan untuk melakukan
pekerjaannya sesuai dengan job description, menentukan waktu
istirahat dan melakukan pengambilan keputusan. Lebih lanjut Fox
et al (1993) mengungkapkan bahwa job control memiliki pengaruh
terhadap kesehatan psikologis karyawan, karena karyawan yang
memiliki job control yang tinggi dapat menurunkan tingkat tekanan
pekerjaan yang tinggi.
