Pengaruh Stress Kerja terhadap Perilaku Kerja Kontraproduktif


Berdasarkan hasil penelitian yang ada, dapat kita simpulkan bahwa
hipotesis yang menyatakan “Stress kerja berpengaruh positif terhadap
perilaku kerja kontraproduktif pada karyawan operasional PT. Kereta Api
Indonesia Daerah Operasi 6 Yogyakarta” terbukti signifikan.
merasakan adanya stres kerja, walaupun tidak dirasakan secara signifikan,
karena nilainya yang mendekati batas bawah. Stres yang dirasakan oleh
para pegawai ini secara general, hampir semuanya merasakan hal yang
sama, walupun tidak dirasakan siginifikan/ berbeda-beda dari tiap individu
merasakan stresnya tetapi hal ini harus menjadi salah satu perhatian
penting oleh PT. KAI (Persero), dalam hal pengelolaan stres. Jika stres
yang ada saat ini dikelola dengan baik akan meningkatkan semangat dan
kinerja para pekerja pada umumnya dan pekerja dinas operasional pada
khususnya. Jika tidak dikelola dengan baik maka akan memungkinkan
memunculkan perilaku kerja kontra produktif dari karyawan.
Sebuah pengalaman pribadi tentang stress pekerjaan, tidak hanya
berdampak pada perilaku pekerjaan mereka tetapi juga lingkungan kerja
yang lebih luas. Dampak stres di tempat kerja seperti Peningkatan
ketidakhadiran karyawan, Meningkatkan tingkat kecelakaan atau klaim
asuransi karyawan, Hubungan interpersonal yang buruk di tempat kerja,
Output kerja yang buruk atau berkurang dan kinerja, Peningkatan
pergantian staf/ Turnover karyawan
Stress adalah apabila seseorang mengalami beban atau tugas yang
berat tetapi orang tersebut tidak dapat mengatasi tugas yang dibebankan
itu, maka tubuh akan berespon dengan tidak mampu terhadap tugas
tersebut, sehingga orang tersebut dapat mengalami stres, respons atau
tindakan ini termasuk respons fisiologis dan psikologis serta perilaku.
Perilaku yang muncul ini bisa dalam bentuk perilaku kerja kontrak
produktif (Robbins dan Judge, 2007). Perilaku kerja karyawan sangat
dipengaruhi karena stres. Hal ini dimengerti bahwa karyawan adalah asset
yang paling penting bagi organisasi karena peran utama mereka dalam
menjalankan organisasi secara efektif dan berhasil, serta tidak dapat
diperlakukan seperti mesin