Seseorang yang memiliki kepribadian Agreeableness dengan skor
yang tinggi adalah individu yang cenderung lebih patuh dengan individu
lainnya, ingin menghindari konflik, kooperatip (dapat bekerjasama),
mudah percaya dengan orang lain, seorang yang murah hati, suka
menolong, dapat menerima keadaan dengan baik, dan seorang yang baik
hati. Sedangkan individu yang memiliki skor agreeableness yang rendah
secara umum dia mudah curiga, pelit, tidak ramah, mudah terluka dan
selalu mengkritik apapun yang dilakukan oleh orang lain. individu dengan
agreeableness yang tinggi cenderung aktif menyelaraskan perilakunya
dengan perilaku kelompoknya sehingga individu dengan skor
agreeableness tinggi cenderung jauh dari keterlibatan berperilaku kerja
kontraproduktif (Ivancevich, 2005 : 96). Mount Dkk (2006) di dalam
pembahasannya menyebutkan bahwa individu dengan tingkat
agreeableness lebih tinggi dapat dan bersedia melayani kebutuhan
kebutuhan individu lain ketika berinteraksi dalam kelompok.
Kecenderungan kepribadian Agreeableness yang tinggi yaitu
individu yang cenderung mudah percaya dengan orang lain, murah hati,
suka menolong, dapat menerima keadaan, dan baik hati tidak
memungkinkan ia untuk berperilaku kerja kontraproduktif. Sedangkan
individu yan memiliki skor agreeableness yang rendah secara umum
mudah curiga, pelit, tidak ramah, mudah terluka dan selalu mengkritik
orang lain cenderung terlibat dalam perilaku kerja kontraproduktif
(Bowling & Eschleman, 2010). Penelitian Bowling & Eschleman, 2010
menyatakan bahwa stressor kerja secara konsisten menghasilkan hubungan
positif yang lebih kuat dengan perilaku kerja kontraproduktif dikalangan
pekerja yang memiliki agreeableness yang rendah.
