Faktor Kontrol Diri (Self Control)


1) Kepribadian.
Kepribadian mempengaruhi control diri dalam konteks
bagaimana seseorang dengan tipikal tertentu bereaksi
dengan tekanan yang dihadapinya dan berpengaruh pada
hasil yang akan diperolehnya. Setiap orang mempunyai
kepribadian yang berbeda (unik) dan hal inilah yang akan
membedakan pola reaksi terhadap situasi yang dihadapi.
Ada seseorang yang cenderung reaktif terhadap situasi yang
dihadapi, khususnya yang menekan secara psikologis, tetapi
ada juga seseorang yang lamban memberikan reaksi.
2) Situasi.
Situasi merupakan faktor yang berperan penting
dalam proses kontrol diri. Setiap orang mempunyai strategi
yang berbeda pada situasi tertentu, dimana strategi tersebut
memiliki karakteristik yang unik. Situasi yang dihadapi
akan dipersepsi berbeda oleh setiap orang, bahkan
terkadang situasi yang sama dapat dipersepsi yang berbeda
pula sehingga akan mempengaruhi cara memberikan reaksi
terhadap situasi tersebut. Setiap situasi mempunyai
karakteristik tertentu yang dapat mempengaruhi pola reaksi
yang akan dilakukan oleh seseorang.
3) Etnis.
Etnis atau budaya mempengaruhi kontrol diri dalam
bentuk keyakinan atau pemikiran, dimana setiap
kebudayaan tertentu memiliki keyakinan atau nilai yang
membentuk cara seseorang berhubungan atau bereaksi
dengan lingkungan. Budaya telah mengajarkan nilai-nilai
yang akan menjadi salah satu penentu terbentuknya
perilaku seseorang, sehingga seseorang yang hidup dalam
budaya yang berbeda akan menampilkan reaksi yang
berbeda dalam menghadapi situasi yang menekan, begitu
pula strategi yang digunakan.
4) Pengalaman.
Pengalaman akan membentuk proses pembelajaran
pada diri seseorang. Pengalaman yang diperoleh dari
proses pembelajaran lingkungan keluarga juga memegang
peran penting dalan kontrol diri seseorang, khususnya pada
masa anak-anak. Pada masa selanjutnya seseorang bereaksi
dengan menggunakan pola fikir yang lebih kompleks dan
pengalaman terhadap situasi sebelumnya untuk melakukan
tindakan, sehingga pengalaman yang positif akan
mendorong seseorang untuk bertindak yang sama,
sedangkan pengalaman negatif akan dapat merubah pola
reaksi terhadap situasi tersebut.
5) Usia.
Bertambahnya usia pada dasarnya akan diikuti dengan
bertambahnya kematangan dalam berpikir dan bertindak.
Hal ini dikarenakan pengalaman hidup yang telah dilalui
lebih banyak dan bervariasi, sehingga akan sangat
membantu dalam memberikan reaksi terhadap situasi yang
dihadapi. Orang yang lebih tua cenderung memiliki control
diri yang lebih baik dibanding orang yang lebih muda
(Wibisono, 2013)