DimensiOrganizational Citizenship Behavior


Lima dimensi OCB yang menurut Organ (dalam Muhdar, 2015)
menjelaskan terdapat lima dimensi dalam organizational citizenship
behavior, yaitu:
a. Alturism (mementingkan orang lain)
adalah asas yang mengutamakan kepentingan orang lain, hal ini terjadi
ketika seorang karyawan memberikan pertolongan kepada karyawan lain
untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaannya dalam keadaan tertentu atau
tidak seperti biasanya, misalnya ketika seorang karyawan baru sembuh
dari sakitnya. Dimensi ini mengarah kepada memberi pertolongan yang
bukan merupakan kewajiban yang ditanggungnya.
b. Conscientiousness (kepatuhan)
adalah ketelitian atau dikerjakan secara seksama, yang mengacu pada
seorang karyawan dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan (dalam
hal keperilakukan) dilakukan dengan cara melebihi atau diatas apa yang
telah disyaratkan. Dimensi ini menjangkau jauh diatas dan jauh ke depan
dari panggilan tugas.
c. Sportmanship (sikap sportif)
Adalah keadaan atau sifat jujur dan murah hati, sehingga dapat lebih
menekankan aspek-aspek positif organisasi dari pada aspek
negatif.Memberikan rasa toleransi terhadap gangguan-gangguan pada
pekerjaan, yaitu ketika seorang karyawan memikul pekerjaan yang tidak
mengenakkan tanpa harus mengemukakan keluhan atau komplain.
Seseorang yang mempunyai tingkatan yang tinggi dalam spotmanship
akan meningkatkan iklim yang positif diantara karyawan, karyawan akan
lebih sopan dan bekerja sama dengan yang lain sehingga akan
menciptakan lingkungan kerja yang lebih menyenangkan.
d. Courtessy (kebaikan)
Adalah kebaikan, kesopanan, tata susila atau rasa hormat termasuk
perilaku seperti membantu seseorang mencegah terjadinya suatu
permasalahan atau membuat langkah-langkah untuk meredakan atau
mengurangi berkembangnya suatu masalah. Kebaikan (courtesy)
menunjuk pada tindakan pengajaran kepada orang lain sebelum ia
melakukan tindakan atau membuat keputusan yang berkaitan dengan
pekerjaannya. Seseorang yang memiliki dimensi ini adalah orang yang
menghargai dan memperhatikan orang lain.
e. Civic Virtue (kebajikan)
adalah sesuatu yang berkenaan dengan kotak atau kewarganegaraan
sedangkan virtue adalah kebajikan, sifat baik, kebaikan, kesucian,
kemurnian, keuntungan, kemanjuran atau kemampuan. Civic virtue dalam
hal ini yaitu perilaku yang ikut serta mendukung fungsi-fungsi
administrasi organisasi. perilaku yang dapat dijelaskan sebagai partisipasi
aktif karyawan dalam hubungan keorganisasian, misalnya menghadiri
rapat, menjawab surat-surat dan selalu mengikuti isu-isu terbaru yang
menyangkut organisasi. Seseorang yang memiliki dimensi ini adalah
orang yang menghargai dan memperhatikan orang lain