Menurut Gibson (2000) kepemimpinan transformasional memiliki
kemampuan untuk memberikan inspirasi dan motivasi para pengikut dalam
mencapai hasil yang lebih daripada yang direncanakan secara riil dan untuk
imbalan internal. Kepemimpinan transformasional merupakan perluasan dari
kepemimpinan kharismatik. Pemimpin transformasional tidak memimpin
dengan hanya menerapkan reward dan punishment melainkan dengan
menggerakan karyawan dengan visi, memotivasi karyawan, dan menstimulasi
untuk menjadi lebih kreatif dan peka terhadap keinginan karyawan.
Dalam hal ini karyawan akan merasa hormat, percaya dan loyal terhadap
pemimpinnya. Para karyawan termotivasi untuk melakukan lebih dari apa yang
mereka harapkan. Selain itu mereka juga tidak perlu diawasi terus-menerus
tanpa memikirkan berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk perusahaan dan
tanpa mempermasalahkan berapa uang lembur yang akan diterima.
Bass dan Rigio (2006) menjelaskan bahwa kepemimpinan
transformasional dalam beberapa hal dapat dianggap sebagai suatu
pengembangan dari kepemimpinan transaksional. Kepemimpinan transaksional
menekankan pentingnya transaksi atau pertukaran diantara pemimpin dan
pengikut. Pertukaran itu ditetapkan oleh pemimpin terkait dengan situasi atau
pekerjaan apa saja yang dibutuhkan dan reward apa yang pantas diberikan
apabila semuanya itu terpenuhi dan terlaksana. Gaya kepemimpinan
transformasional mampu melibatkan pengikutnya, yang sudah terinspirasi
olehnya, untuk berkomitmen terhadap pencapaian visi dan misi perusahaan.
Ismail dkk (2011) juga menambahkan bahwa dalam era kompetisi global
saat ini, banyak organisasi mengubah atau menggeser paradigma gaya
kepemimpinan yang dijadikanya dari gaya kepemimpinan transaksional
menjadi gaya kepemimpinan transformasional dalam keseluruhan strategi
organisasi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Kepemimpinjan
transformasioanl yang mampu meningkatkan potensi sepenuhnya dari
pengikutnya, motivasi dan nilai-nilai yang lebih tinggi dari suatu pekerjaan
yang ingin dicapai, diyakini dan memotivasi para karyawan untui semakin
menyatu dengan organisasi, mengubah tujuan dan keyakinan pribadi, dan
mampu melebihi keinginan pribadinya demi mencapai kepentingan organisasi
atau perusahaan
