Menurut Organ (1988; dalam Luthans, 2006) Organizational Citizenship
Behavior (OCB)merupakanperilaku individu yang bebas memilih, yang tidak
secara langsung atau eksplisit diakui oleh sistem pemberian penghargaan formal
dan secara bertingkat mempromosikan fungsi organisasi yang efektif, atau
dengan kata lain, Organizational Citizenship Behavior (OCB) adalah perilaku
karyawan yang melebihi peran yang diwajibkan, yang tidak secara langsung atau
eksplisit diakui oleh sistem rewardformal, merupakan perilaku pilihan yang tidak
menjadi bagian dari kewajiban kerja formal seorang karyawan, namun
mendukung berfungsinya organisasi tersebut secara efektif.Aldag dan Resckhe
(1997) menjelaskan Organizational Citizenship Behavior (OCB) merupakan
kontribusi individu dalam melebihi tuntutan peran di tempat kerja.
Organizational Citizenship Behavior (OCB) ini melibatkan beberapa perilaku
meliputi perilaku suka menolong orang lain, menjadi volunteer untuk tugas-tugas
ekstra, patuh terhadap aturan-aturan dan prosedur-prosedur di tempat kerja.
Perilaku ini menggambarkan nilai tambah karyawan yang merupakan salah satu
bentuk perilaku prososial, yaitu perilaku sosial yang positif, konstruktif dan
bermakna membantu (Jayanti, 2009).
Robbins & Judge(2008) dalam bukunya Organizational Behavior yang
mendefinisikan Organizational Citizenship Behavior (OCB) sebagai perilaku
kerja karyawan di dalam organisasi yang dilakukan secara sukarela di luar
deskripsi kerja yang ditetapkan untuk meningkatkan kemajuan
organisasi.Pendapat lain mengenai pengertian Organizational Citizenship
Behavior (OCB) dikemukakan oleh Garay (2006) yang menjelaskan bahwa
Organizational Citizenship Behavior (OCB) merupakan perilaku sukarela dari
seorang pekerja untuk mau melakukan tugas atau pekerjaan di luar tanggung
jawab atau kewajibannya demi kemajuan atau keuntungan organisasinya
(Waspodo, 2012).
Organizational Citizenship Behavior merupakan perilaku pilihan yang
tidak menjadi bagian kewajiban formal seorang karyawan namun mendukung
berfungsingnya organisasi tersebut secara efektif,akan tetapi hasil observasi saya
di perum bulog karyawan masih banyak meninggalkan pekerjaan pada saat jam
kerja dan kurang nya kerjasama dalam hal organisasi
