Kinerja Karyawan


Sumber daya manusia yang berkualitas akan turut memajukan organisasi
sebagai salah satu wadah peningkatan hasil kerja. Kedudukan strategis untuk
meningkatkan kinerja organisasi adalah pegawai yaitu individu-individu yang
bekerja pada suatu organisasi atau perusahaan. Kinerja merupakan sebuah
penggambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program
kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan visi dan misi
organisasi yang dituangkan dalam suatu perencanaan strategis suatu
organisasi (Moeheriono, 2012:95). Menurut Siswanto (2015:11) kinerja
pegawai ialah prestasi yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan
tugas dan pekerjaan yang diberi kepadanya. Suyadi Prawirosentono (2008: 2)
menyatakan Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau
kelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan
tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan
organisasi bersangkutan secara legal tidak melanggar hukum dan sesuai
dengan moral maupun etika. Muhammad Zainur (2010: 41) mendefinisikan
“Kinerja merupakan keseluruhan proses bekerja dari individu yang hasilnya
dapat digunakan landasan untuk menentukan apakah pekerjaan individu
tersebut baik atau sebaliknya”. Kinerja juga merupakan keluaran yang
dihasilkan oleh fungsi-fungsi atau indikator suatu pekerjaan atau suatu profesi
dalam waktu tertentu (Wirawan, 2009: 5). Penilaian kinerja adalah proses
pengukuran kinerja pegawai. Penilaian kinerja merupakan pengawasan
terhadap kualitas personal. Menurut Yani (2012:118) penilaian kinerja adalah
menilai rasio dengan standar-standar organisasi. Tujuan umum dari penilaian
kinerja adalah menghasilkan informasi yang akurat berkenaan dengan
perilaku dan kinerja anggota organisasi.