Servant leadership diukur menggunakan Servant Leadership
Questionnaires (SLQ) (Liden (2008) dalam (Canavesi & Minelli, 2022). SLQ
memiliki 7 indikator meliputi:
- Penyembuhan emosional, merupakan keterlibatan pemimpin dalam
kesejahteraan dan masalah pribadi pengikutnya. - Menciptakan nilai bagi komunitas, yaitu kepedulian pemimpin terhadap
komunitas di sekitar organisasi. - Keterampilan konseptual, menggambarkan kemampuan pemimpin
dalam menangani masalah pekerjaan dan memahami tujuan organisasi. - Memberdayakan, merefleksikan sejauh mana pemimpin mendelegasikan
kepada pengikutnya untuk memberikan otonomi dan tanggung jawab
kepada mereka. - Membantu bawahan tumbuh dan berhasil, terkait dengan pengembangan
potensi penuh pengikut oleh pemimpin untuk membantu pengikut
tumbuh menjadi apa yang mampu dilakukan. - Mengutamakan bawahan, melibatkan motivasi pemimpin untuk
melayani dan memprioritaskan kebutuhan dan kesejahteraan pengikut. - Berperilaku etis, mencakup perilaku pemimpin yang memiliki integritas,
kejujuran, dan dapat dipercaya.
Sementara itu dalam penelitiannya, (Ahmad Usman et al., 2024)
menggunakan instrument pengukuran Servant Leadership Scale yang
dikembangkan oleh Van Dierendonck (2011) dengan indicator sebagai berikut: - Empowerment: pemimpin fokus pada pemberdayaan orang lain dan
mendorong pengembangan pribadi. - Standing back: pemimpin mengutamakan kepentingan orang lain dengan
memberi dukungan dan penghargaan yang diperlukan. - Accountability: Meminta pertanggungjawaban karyawan atas kinerja
yang dapat mereka kendalikan. - Courage: Kemampuan untuk mengambil risiko dan mencoba pendekatan
baru untuk memecahkan masalah. - Authenticity: Berkaitan erat dengan mengekspresikan “Jati Diri”,
mengekspresikan diri sendiri dengan cara yang sesuai dengan pikiran dan
perasaan. - Humility: Kemampuan untuk menempatkan pencapaian dan bakat
seseorang dalam perspektif yang tepat. - Stewardship: sikap kepedulian, tanggung jawab, dan pelayanan yang
berorientasi pada kepentingan yang lebih luas daripada keuntungan
pribadi.. - Interpersonal acceptance: Kemampuan untuk memahami dan
mengalami perasaan orang lain, dan kemampuan untuk melepaskan
kesalahan yang dirasakan dengan tidak membawa dendam ke dalam
situasi lain
