Menurut Hasibuan (2020:142) motivasi memiliki indikator motivasi kerja
sebagai berikut:
- Kebutuhan Fisik, yaitu dimana manusia itu membutuhkan motivasi dalam
dirinya untuk dapat mencapai apa yang diinginkannya. Kebutuhan fisik
tersebut dapat berupa adanya pembayaran gaji karyawan yang layak,
adanya bonus atau uang lembur, dan tunjangan berupa uang makan dan
transportasi. - Kebutuhan Rasa Aman dan Keselamatan, yaitu dalam hal ini suatu
organisasi perlu dan harus adanya memberikan fasilitas kerja yang aman
dan nyaman bagi karyawannya, fasilitas itu dapat berupa jaminan
keselamatan kerja, dana pensiun, dan alat-alat perlengkapan keselamatan
dalam bekerja lainnya. - Kebutuhan Sosial, yaitu suatu kebutuhan yang seseorang lakukan melalui
interaksi dengan seseorang lainnya, interaksi tersebut berupa menjalin
hubungan pertemanan, diterimanya seseorang atau individu dalam suatu
kelompok, dan adanya keinginan dicintai dan mencintai. - Kebutuhan Akan Penghargaan sesuai dengan kemampuanmya, yaitu suatu
hal yang berhubungan dengan adanya pengakuan dari orang lain atas suatu
prestasi kerja yang telah dicapai, hal ini seperti keinginan karyawan untuk
dihormati serta di hargai oleh karyawan lainnya dan keinginan karyawan
yang dihargai oleh atasannya atas pencapaian atau prestasi kerja yang telah
ia raih, hal ini akan membuat karyawan terdorong atau termotivasi dalam
bekerja
Sedangkan Menurut Syahyuti (dalam Syarief dkk, 2022) menyebutkan
bahwa terdapat beberapa indikator untuk mengukur motivasi kerja, yaitu: - Dorongan mencapai tujuan, seseorang yang mempunyai motivasi kerja
yang tinggi maka dalam dirinya mempunyai dorongan yang kuat untuk
mencapai kinerja yang maksimal, yang nantinya akan berpengaruh
terhadap tujuan dari suatu organisasi; - Semangat kerja, semangat kerja sebagai keadaan psikologis yang baik
apabila semangat kerja tersebut menimbulkan kesenangan yang
mendorong seseorang untuk bekerja lebih giat dan lebih baik serta
konsekuen dalam mencapai tujuan yang ditetapkan oleh organisasi; - Inisitaif dan kreativitas, inisiatif diartikan sebagai kekuatan untuk
kemampuan seseorang pegawai untuk memulai atau meneruskan suatu
pekerjaan dengan penuh energi tanpa ada dorongan dari orang lain atau
atas kehendak sendiri, sedangkan kreativitas merupakan kemampuan
seseorang pegawai untuk menemukan hubungan-hubungan baru dan
membuat kombinasi-kombinasi yang baru sehingga dapat menemukan
sesuatu yang baru. Dalam hal ini sesuatu yang baru bukan berarti
sebelumnya tidak ada, akan tetapi sesuatu yang baru ini dapat berupa
sesuatu yang belum dikenal sebelumnya; - Rasa tanggung jawab, sikap individu pegawai yang mempunyai motivasi
kerja yang baik harus mempunyai rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan
yang mereka lakukan sehingga pekerjaan tersebut mampu diselesaikan
secara tepat waktu
