Indikator-Indikator Well-being


Menurut Diener dan Lucas 1999 (dalam Yoon, Bono, Yang, Lee, Glomb,
dan Duffy 2021), konsep well-being untuk mengukur kesejahteraan seseorang
berdasarkan persepsi subyektifnya. Ada 3 komponen utama dalam pengukuran ini
berdasarkan pengalaman emosionalnya sehari-hari yaitu:
a. Life Satisfaction (Kepuasan Hidup)
Kepuasan hidup berarti kepuasan seseorang terhadap kehidupannya secara
keseluruhan. Penilaian ini dapat mengetahui seberapa besar tingkat harapan, nilai,
dan tujuan hidupnya. Ciri-cirinya meliputi:
1) Evaluasi Kognitif yaitu evaluasi yang dilakukan secara logis dan
berdasarkan akal sehat dalam kehidupan sehari-hari.
2) Bersifat Subyektif yaitu perbedaan antar individu pada standar pribadi.
3) Jangka Panjang yaitu tidak bergantung pada emosi yang dirasakan
sesaat tetapi melihat dari penilaian seiring berjalannya waktu.
b. Positive Affect (Emosi Positif)
Emosi positif berarti frekuensi dan intensitas emosi yang dirasakan
seseorang seperti rasa bahagia, antusias, cinta, dan rasa puas. Ciri-cirinya meliputi:
1) Frekuensi yaitu seberapa sering seseorang merasakan emosi positif
dalam kehidupan sehari-hari.
2) Intensitas yaitu seberapa kuat perasaan positif itu dirasakan.
3) Jangka Pendek yaitu emosi positif biasanya lebih sementara tetapi
membawa kontribusi besar terhadap pengalaman seseorang.
c. Negative Affect (Emosi Negatif)
Emosi negative berarti frekuensi dan intensitas emosi yang dirasakan seseorang
seperti rasa sedih, cemas, frustrasi, atau marah. Ciri-cirinya meliputi:
1) Frekuensi yaitu seberapa sering seseorang merasakan emosi negatif dalam
kehidupan sehari-hari.
2) Intensitas yaitu seberapa kuat perasaan negatif itu dirasakan.
3) Jangka Pendek yaitu emosi negatif biasanya lebih sementara tetapi dapat
menjadi fatal bila tidak di kelola