(Imran et al., 2020) menyatakan bahwa dukungan organisasi mengukur
sampai dimana tingkat karyawan yakin terhadap perusahaan atau organisasi yang
memberikan apresiasi atas kontribusi serta memperhatikan kesejahteraan mereka.
Ada beberapa cara mengukurnya antara lain:
a. Keterbukaan (Fairness)
Dengan mengandalkan keterbukaan, diharapkan tidak ada sekat antara
karyawan dan organisasi dalam menangani berbagai permasalahan yang berpotensi
muncul di dalam organisasi. Mereka dapat saling bekerja sama untuk dapat
menyelesaikan permasalahan tersebut secara bersama-sama. Keterbukaan dalam
organisasi meliputi beberapa cara yaitu:
1) Memiliki prosedur yang adil.
2) Memiliki keterbukaan dalam komunikasi.
3) Memberikan kesempatan berkembang bagi setiap karyawan.
b. Dukungan Atasan (Supervisor Support)
Sebagai kepala bagian divisi, memiliki peran yang penting dan langsung
berpengaruh terhadap kondisi karyawan di bawah naungan divisi tersebut.
Penilaian umum karyawan terhadap divisi itu, dapat dilakukan dengan baik jika
kepala divisi memiliki peran sebagai berikut:
1) Supervisor menunjukkan kepedulian dan perhatian terhadap karyawan.
2) Supervisor memberikan solusi terhadap keluhan yang timbul.
3) Supervisor menghargai dan mengapresiasi atas kinerja karyawan.
c. Penghargaan organisasi dan kondisi kerja
Adanya kontribusi yang setara dengan yang diberikan kepada organisasi
membawa hubungan positif terhadap persepsi dukungan organisasi. Persepsi
tersebut dapat dinyatakan dengan:
1) Menghargai kontribusi karyawan bagi organisasi.
2) Membawa karyawan merasa memiliki dan ikut terlibat di dalamnya.
3) Peduli tentang pembayaran gaji yang harus diterima tepat waktu.
4) Menyediakan keamanan di tempat kerja.
5) Menyediakan pelatihan dan pengembangan untuk mengasah potensi
karyawan dan jenjang karier mereka.
