Ada beberapa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja karyawan
Menurut (Afandi, 2018:86) faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja adalah:
- Kemampuan, kepribadian dan minat kerja.
- Kejelasan dan penerimaan atau kejelasan peran seseorang pekerja yang
merupakan taraf pengertian dan penerimaan seseorang atas tugas yang
diberikan kepadanya. - Tingkat motivasi pekerja yaitu daya energi yang mendorong, mengarahkan
dan mempertahankan perilaku. - Kompetensi yaitu keterampilan yang dimiliki seorang pegawai.
- Fasilitas kerja yaitu seperangkat alat pendukung kelancaran operasional
perusahaan. - Budaya kerja yaitu perilaku kerja pegawai yang kreatif dan inovatif.
- Kepemimpinan yaitu prilaku pemimpin dalam mengarahkan pegawai
dalam bekerja. - Disiplin kerja yaitu semua aturan yang dibuat oleh perusahaan agar semua
pegawai ikut mematuhinya agar tujuan tercapai.
Menurut (Enny, 2019) terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
kenerja baik hasil maupun perilaku kerja sebagai berikut: - Kemampuan dan keahlian, merupakan kemampuan atau skill yang dimiliki
seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan. Semakin memilih
kemampuan dan keahlian maka akan dapat menyelesaikan pekerjaannya
secara benar, sesuai dengan yang telah ditetapakan; - Pengetahuan, merupakan pengetahuan tentang pekerjaan, seseorang yang
memiliki pengetahuan tentang pekerjaan secara baik akan memberikan
hasil pekerjaan yang baik, demikian pula sebaliknya; - Rancangan kerja, artinya jika suatu pekerjaan memiliki rancangan yang
baik, maka akan memudahkan untuk menjalankan pekerjaan tersebut
secara tepat dan lancar. Pada dasarnya rancangan pekerjaan digunakan
untuk memudahkan pegawai dalam melakukan pekerjaannya; - Kepribadian, merupakan kepribadian seseorang atau karakter yang
dimiliki seseorang, setiap orang memiliki kepribadian atau karakter yang
berbeda satu sama lainnya; - Motivasi kerja, merupakan dorongan bagi seseorang untuk melakukan
pekerjaan. Jika pegawai memiliki dorongan yang kuat dari organisasi dan
dari dalam dirinya sendiri maka pegawai akan terdorong untuk melakukan
suatu pekerjaannya dengan baik; - Kepemimpinan, merupakan perilaku seorang pemimpin dalam mengatur,
mengelola dan memerintah bawahannya unruk mengerjakan sesuatu tugas
dan tanggung jawab yang diberikannya; - Gaya kepemimpinan, merupakan gaya atau sikap seorang pemimpin
dalam menghadapi atau memerintahkan bawahannya. Dalam praktiknya
gaya kepemimpinan ini dapat diterapkan sesuai dengan kondisi
organisasinya; - Budaya organisasi, merupakan kebiasaan atau norma-norma yang berlaku
dan dimiliki oleh suatu organisasi, ini mengatur hal-hal yang berlaku dan
diterima secara umum serta harus dipatuhi oleh segenap anggota suatu
organisasi; - Kepuasan kerja, merupakan perasaan senang atau gembira atau perasaan
suka seseorang sebelum dan setelah melakukan suatu pekerjaan. Demikian
pula jika seseorang tidak senang atau gembira dan tidak suka atas
pekerjaannya, maka akan ikut memengaruhi hasil kerja pegawai. Jadi
dengan demikian kepuasan kerja dapat memengaruhi kinerja - Lingkungan kerja, merupakan suasana atau kondisi di sekitar lokasi tempat
bekerja. Lingkungan kerja dapat berupa ruangan, layout, sarana dan
prasarana, serta hubungan kerja dengan sesama rekan kerja; - Loyalitas, merupakan kesetiaan pegawai untuk tetap bekerja dan membela
organisasi dimana tempatnya bekerja. Kesetiaan ini ditunjukkan dengan
terus bekerja dengan sungguh-sungguh sekalipun organisasinya dalam
kondisi yang kurang baik; - Komitmen, merupakan kepatuhan pegawai untuk menjalankan kebijakan
atau peraturan organisasi dalam bekerja. Komitmen juga diartikan
kepatuhan pegawai kepada janji-janji yang telah dibuatnya; - Disiplin kerja, merupakan usaha pegawai untuk menjalankan aktivitas
kerjanya secara sungguh-sungguh. Disiplin kerja dalam hal ini dapat
berupa waktu, seperti masuk kerja dengan tepat waktu
