Adaptive Performance


Kinerja adaptif adalah kemampuan karyawan mengubah perilaku untuk
memenuhi tuntutan lingkungan baru (Charbonnier-Voirin & Roussel, 2012) dalam
(Kaltiainen & Hakanen, 2022). Menurut Allworth dan Hesketh (1999) dalam
(Bataineh et al., 2022), kinerja adaptif mengacu pada perilaku yang menunjukkan
kemampuan untuk menghadapi perubahan dan mentransfer pembelajaran dari satu
tugas ke tugas lain.
Lebih jauh lagi, kinerja adaptif merujuk pada kapasitas individu untuk
beradaptasi dengan situasi kerja yang dinamis atau berubah-ubah (Pulakos, et al,
2000, Pulakos et al., 2002; Pulakos, Dorsey & White, 2006) dalam (Bataineh et al.,
2022). Kinerja adaptif merupakan kemampuan untuk menyesuaikan perilaku
berdasarkan persyaratan atau permintaan dari situasi atau lingkungan yang baru
(Johnson, 2001 dalam (Bataineh et al., 2022).
Indikator kinerja adaptif menurut Charbonnier-Voirin and Roussel (2012)
dalam (Kaltiainen & Hakanen, 2022) meliputi :
Penelitian ini indikator yang digunakan adalah merujuk pada kuesioner.

  1. Adaptive Stress Management : Kemampuan individu untuk mengelola
    stress, tetap produktif dalam situasi stress, menjaga keseimbangan emosi,
    serta mengelola tekanan kerja dengan baik.
  2. Adaptive Reactivity: Kecepatan dan fleksibilitas individu dalam
    merespons perubahan lingkungan atau situasi kerja.
    26
  3. Adaptive Creativity: Kemampuan individu dalam menghasilkan solusi
    inovatif ketika menghadapi perubahan atau tantangan baru.
  4. Interpersonal Adaptivit: Kemampuan individu dalam menyesuaikan
    perilaku dan interaksi sosial dalam lingkungan kerja yang dinamis.
    Indikator kinerja adaptif menurut Charbonnie-Voirin et al., (2010) dalam
    (Bataineh et al., 2022). Lima dimensi berikut sering digunakan:
  5. Learning: Kemampuan untuk memperoleh, memahami, dan menerapkan
    pengetahuan atau keterampilan baru yang diperoleh melalui pengalaman,
    pendidikan, dan pelatihan.
  6. Managing unexpected situation and emergencies: Kemampuan untuk
    tetap tenang, cepat menilai kondisi, dan mengambil tindakan tepat saat
    menghadapi kejadian darurat atau perubahan mendadak yang
    memerlukan respon segera.
  7. Creative problem solving: Kemampuan menghasilkan solusi inovatif dan
    efektif terhadap masalah yang kompleks atau tidak biasa.
  8. Work stress management: Strategi dan teknik yang digunakan individu
    untuk mengendalikan dan mengurangi tekanan psikologis akibat beban
    kerja, tenggat waktu, dan konflik di tempat kerja agar tetap produktif dan
    sehat secara mental.
  9. Interpersonal compatibility: Kemampuan dan kesesuaian seseorang
    dalam berinteraksi, bekerjasama, dan membangun empati untuk
    menciptakan lingkungan kerja yang harmonis.