Definisi Perceived Organizational Support


POS adalah teori turunan dari social exchange theory (SET) yang
dikemukakan oleh Blau yang menyatakan “defined social exchanged as the
voluntary actions of individuals that are motivated by the returns they are expected
to bring and typically do in fact bring from others” (Wang et al. 2019, p.2). Definisi
dari teori ini menjelaskan tentang motivasi dari aksi seorang invidu berdasar pada
ekspektasi dimana mereka akan mendapatkan timbal balik seberat apa yang
mereka keluarkan kepada orang lain. Lalu, Eisenberger et al. mengembangkan
teori social exchange dalam konteks pekerjaan menjadi perceived organizational
support di tahun 1986 yang kemudian dikembangkan kembali sebagaimana
“employees’ perceptions concerning that the organization values their contributions
and cares about their well-being” (Eisenberger et al. 2020, p.102). Definisi ini
menggambarkan persepsi individu bahwa perusahaan memberikan pengakuan
terhadap kontribusi yang telah diberikan serta menunjukkan perhatian terhadap
kondisi dan kesejahteraan mereka. Setelah itu, Graen dan Uhl-Bien juga
mengembangkan teori yang berdasar pada SET yang berfokus pada hubungan
atasan dengan karyawan yang dikenal sebagai Leader-Member Exchange (LMX)
yang didefinisikan sebagai “The centroid concept of the theory is that effective
leadership processes occur when leaders and followers are able to develop mature
leadership relationships (partnerships) and thus gain access to the many benefits
these relationships bring” (Anisman-Razin et al. 2025, p.169). Definisi ini
menjelaskan bagaimana kepemimpinan yang efektif adalah ketika pemimpin yang
bersangkutan mampu membentuk hubungan kepemimpinan yang bersifat dewasa
dengan bawahannya agar dapat memunculkan keuntungan-keuntungan dari
hubungan tersebut.
Mengacu pada uraian teori sebelumnya, peneliti memutuskan untuk
berfokus pada teori dari Eisenberger et al. (2020) yaitu teori POS. Hal ini
dikarenakan teori POS merupakan turunan dari teori social exchange dari Blau
yang pada dasarnya menjelaskan tentang ekspektasi seseorang setelah mereka
mengeluarkan sebuah usaha untuk mencapai suatu tujuan. Namun, Eisenberger
et al. mengembangkan teori tersebut dalam konteks tempat bekerja/organisasi
dimana seorang karyawan memiliki kepercayaan bahwa kontribusi mereka
dihargai oleh organisasi dan kesejahteraan mereka dipedulikan sehingga konteks
penelitian ini lebih linear. Lalu, jika dibandingkan dengan teori LMX dari Graen dan
Uhl-Bien, yang juga merupakan turunan dari SET, mereka hanya memfokuskan
teori mereka kepada hubungan timbal balik antara karyawan dengan atasannya.
Sedangkan Eisenberger et al. (2020) menjelaskan tentang hubungan antara
karyawan dengan organisasinya secara keseluruhan, sehingga dapat lebih
menggambarkan persepsi dukungan yang dirasakan karyawan secara lebih luas.
Teori Eisenberger et al. juga telah dikutip sebanyak setidaknya 18.286 kali secara
global, bahkan penelitian Krismanto et al. (2025) yang dilakukan di Indonesia pun
menggunakan teori POS dari Eisenberger et al. (2020) yang cukup menunjukkan
relevansinya dengan masa sekarang dan budaya dari Indonesia