Employee engagement atau keterikatan karyawan adalah suatu kondisi,
sikap atau perilaku positif seorang karyawan terhadap pekerjaan dan
organisasinya yang ditandai dengan perasaan semangat (vigor), dedikasi
(dedication) dan keasyikan (absorption) untuk tercapainya tujuan dan
keberhasilan organisasi (Rumaharbo & Paijan, 2020). Keterlibatan karyawan
dapat mengambil banyak bentuk, termasuk emosional, kognitif, atau bahkan fisik..
Keterlibatan terjadi ketika satu orang terhubung dengan orang lain dengan cara
yang menyedihkan dan euforia.
Begitu seorang karyawan terlibat, mereka memiliki rasa tanggung jawab
terhadap tujuan majikan mereka, sehingga mereka dapat memberikan sumber
daya terbaik untuk pekerjaan itu (Bharata & Prasetya, 2021). Keterlibatan
karyawan adalah keadaan di mana seseorang merasa seperti mereka tahu identitas
mereka sendiri, memiliki motivasi untuk bekerja, dapat menerima dukungan dari
orang lain secara positif, dan dapat bekerja secara efektif dan efisien di tempat
kerja lingkungan (Shafa et al., 2022)
2) Aspek Employee Engangement
Menurut (Rumaharbo & Paijan, 2020) terdapat tiga aspek yang
membangun dimensi employee engagement, yaitu sebagai berikut:
1) Kekuatan (Vigor)
Kekuatan dikarakteristikkan dengan energi dan resiliensi mental yang
tinggi ketika sedang bekerja, kemauan berusaha sungguh-sungguh dalam
pekerjaan dan gigih dalam menghadapi kesulitan. Individu dengan skor
tinggi pada aspek kekuatan biasanya memiliki energi dan stamina tinggi
serta bersemangat ketika bekerja. Sedangkan individu dengan skor rendah
pada aspek kekuatan memiliki tingkat energi, semangat dan stamina yang
rendah saat bekerja.
2) Dedikasi (Dedication)
Dedikasi mengacu pada perasaan yang penuh makna, antusias, inspirasi,
kebanggaan dan tantangan. Individu yang memiliki skor tinggi pada aspek
dedikasi secara kuat mengidentifikasi diri dengan pekerjaan karena adanya
pengalaman bermakna, menginspirasi dan menantang. Selain itu, mereka
selalu antusias dan bangga dengan pekerjaannya. Sedangkan individu
dengan skor rendah tidak mengidentifikasi diri dengan pekerjaannya
karena tidak memiliki pengalaman yang bermakna, menginspirasi dan
menantang.
3) Keasyikan (Absorption)
Absorpsi atau keasyikan dikarakteristikkan dengan konsentrasi penuh,
minat terhadap pekerjaan dan sulit melepaskan diri dari pekerjaan.
Individu yang memiliki skor tinggi pada aspek absorpsi biasanya merasa
tertarik dengan pekerjaan dan sulit untuk melepaskan diri dari
pekerjaannya, begitupun sebaliknya
