Pengaruh Job Insecurity Terhadap Kinerja Pegawai


Job insecurity atau ketidakamanan kerja merupakan kondisi yang
berhubungan dengan rasa takut seseorang terkait pekerjaan yang dilakukanya,
menurut Hvinden (2019:35) “Job insecurity reflects the degree to which employees
feel their jobs are threatened and feel powerless to do anything about keeping a job
“ artinya bahwa job insecurity atau ketidakamanan pekerja mencerminkan sejauh
mana pegawai merasa pekerjaan mereka terancam dan merasa tidak berdaya untuk
dapat mempertahankan pekerjaannya, sehingga hal tersebut dapat berdampak
terhadap kinerja yang dapat diberikan oleh pegawai terhadap perusahaannya.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sri Murni, & Yurnalis tahun
(2018), mendapati hasil bahwa job insecurity berpengaruh negatif terhadap kinerja
pegawai, dimana pegawai memiliki penurunan kualitas kerja ketika tingkat job
insecurity pada diri individu pegawai meningkat. Pendapat tersebut selaras dengan
penelitian yang dilakukan oleh Aulia Nur Amartha Satata Saraswati dan Herison
Pandapotan Purba tahun (2019) dan penelitian yang dilakukan oleh Dhiana Pandan
Arum dan Rr Sri Handari tahun (2020) yang sama-sama menyatakan bahwa job
insecurity berpengaruh negatif secara signifikan terhadap kinerja pegawa