Loyalitas merek adalah komitmen yang mendalam untuk membeli
kembali produk atau layanan secara konsisten di masa depan, meskipun pengaruh
situasional dan upaya pemasaran berpotensi menyebabkan perilaku beralih
Teeroovegadum (2019). Loyalitas mahasiswa dalam konteks pendidikan tinggi
melibatkan perilaku seperti memberikan word-of-mouth positif terkait universitas,
merekomendasikan universitas kepada orang lain, dan memilih universitas yang
sama lagi di masa depan Teeroovegadum (2019).
Brand Loyalty menggambarkan keberpihakan konsumen terhadap suatu
merek, yang tercermin dalam keinginan mereka untuk melakukan pembelian
berulang dari merek tersebut. Brand loyalty adalah sikap positif dan kesetiaan
yang konsisten yang dimiliki oleh konsumen terhadap suatu merek atau
perusahaan. Loyalitas merek mengacu pada keterikatan individu pada merek
tertentu, dan merupakan faktor penting dari manajemen merek Shaalan et al.,
(2022) Dari definisi tersebut dapat disimpulkan Brand loyalty adalah hasil dari
kepuasan konsumen yang berkesinambungan terhadap merek, yang mengarah
pada kecenderungan untuk mempertahankan pembelian merek tersebut dan
menghindari merek pesaing.
Secara umum, brand loyalty melibatkan kecenderungan konsumen untuk
membeli secara berulang dari suatu merek, merasa puas dengan pengalaman
mereka, dan memiliki komitmen serta kepercayaan yang kuat terhadap merek
tersebut. Berikut Indikator untuk mengukur Brand Loyalty:
a. Tingkat Pembelian Berulang
Indikator utama brand loyalty adalah sejauh mana konsumen melakukan
pembelian berulang dari suatu merek. Jika konsumen secara konsisten
memilih dan membeli produk atau layanan dari merek tertentu, itu
menunjukkan adanya tingkat brand loyalty yang tinggi.
b. Partisipasi dalam Program Loyalitas
Jika konsumen secara aktif terlibat dalam program loyalitas merek, seperti
mengumpulkan poin atau menggunakan kartu keanggotaan, hal ini
menunjukkan tingkat brand loyalty yang tinggi. Konsumen yang terlibat
dalam program loyalitas biasanya memiliki motivasi untuk terus membeli
dari merek tersebut.
c. Tingkat Penolakan terhadap Merek Pesaing
Jika konsumen menunjukkan penolakan terhadap merek pesaing dan secara
konsisten memilih merek tertentu, itu dapat dianggap sebagai indikator
brand loyalty yang tinggi. Konsumen yang setia akan tetap memilih merek
mereka bahkan ketika ada alternatif yang tersedia.
d. Tingkat Kesetiaan Merek
Mengukur sejauh mana konsumen setia terhadap merek tertentu juga
merupakan indikator brand loyalty yang penting. Ini dapat dilakukan
dengan melihat seberapa sering konsumen memilih merek tersebut
dibandingkan dengan merek pesaing dalam situasi pembelian yang sama.
