Faktor-fakor yang Mempengaruhi Employee Engagement


Menurut Shuck, (2019:90) menyatakan bahwa faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi employee engagement pegawai diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Lingkungan Kerja (Work environment).
    Lingkungan kerja yang mendukung seperti rasa nyaman, aman dan supportif
    akan mendorong terciptanya employee engagement yang tinggi dan positif.
    Selain itu fasilitas-fasilitas penunjang yang dimiliki organisasi akan
    mempermudah pegawai dalam mengoptimalkan kemampuannya dalam
    bekerja. Adapun lingkungan kerja yang berpengaruh terbagi menjadi dua jenis
    yaitu lingkungan kerja fisik (dimana semua keadaan yang berbentuk fisik
    diantaranya fasilitas, dan sarana prasarana yang diperuntukan pegawai) dan
    lingkungan kerja non-fisik (yaitu sesuatu hal berkaitan dengan hubungan kerja
    seperti keperdulian, kerja sama, kompensasi, asuransi).
  2. Kepemimpinan (Leadership)
    Konsistensi pemimpin dalam membina pegawai dapat menimbulkan
    keterikatan pegawai, pemimpin organisasi diharapkan dapat memiliki beberapa
    keterampilan seperti keterampilan dalam berkomunikasi, keterampilan dalam
    memberikan feedback, dan keterampilan dalam mengevaluasi pekerjaan yang
    baik untuk para pegawai, hal tersbut dapat berdampak kepada peningkatan
    employee engagement yang tinggi dan postif. Pemimpin yang diantaranya
    mampu menjadi sumber inspirasi, meningkatkan motivasi bekerja,
    komunikatif dan kreatif.
  3. Tim dan hubungan kerja (Team and co-worker).
    Tim dan hubungan kerja mencakup jalinan hubungan pegawai dengan rekan
    kerja lainnya di lingkungan kerja. Dalam ruang lingkup ini, rekan kerja yang
    dapat memberikan dukungan serta motivasi kepada rekan lainnya akan dapat
    menciptakan employee engagement yang baik dan positif.
  4. Pelatihan dan pengembangan karir (Training and career development).
    Ruang lingkup pelatihan dan pengembangan karir meliputi reward, jenjang
    karir, serta pengembangan diri. Pelatihan dan pengembangan karir yang
    diberikan perusahaan kepada pegawai dapat menciptakan hubungan baik yang
    memicu timbulnya employee engagement yang tinggi dan positif, yang tidak
    hanya baik untuk organisasi tetapi baik untuk individu pegawainya.
  5. Kompensasi (Compensation).
    Ruang lingkup kompensasi meliputi kewajiban yang harus dipenuhi
    perusahaan kepada pegawai. Kompensasi merupakan balas jasa yang diberikan
    perusahaan kepada pegawai dan tanggungjawabnya selama bekerja.
    Kompensasi meliputi gaji, tunjangan, serta fasilitas penunjang.
  6. Organizational policies, procedures, structure and system (kebijaksanaan
    organisasi, prosedur, struktur dan system)
    Ruang lingkup kebijakan organisasi meliputi design kerja yang dibuat
    perusahaan untuk pegawainya. Kebijakan organisasi tersebut memuat tentang
    kebebasan pegawai dalam bekerja serta aturan dan tututan dalam bekerja.
    Kebebasan yang dimaksud adalah apakah pegawai diizinkan untuk
    mengekspresikan diri dalam pekerjaannya.
  7. Workplace well-being (kesejahteraan kerja)
    Ruang lingkup kesejahteraan kerja meliputi keadaan nyaman yang dirasakan
    oleh pegawai ketika berada pada lingkungan kerja