Menurut (Hvinden, 2019:40) menyatakan bahwa bentuk job insecurity
terbagi menjadi dua antara lain:
- Quantitative Job Insecurity (Ketidakamanan Pekerja Kuantitatif)
Dimana job insecurity pada bentuk ini merupakan sebuah perasaan khawatir
akan kehilangan pekerjan itu sendiri, dan rasa kehilangan pekerjaan dimasa
yang akan datang (ketidakpastian akan masa depan pekerjaan), hal ini umum
mengacu pada kondisi individu perusahaan. - Qualitative Job Insecurity (Ketidakamanan Pekerja Kualitatif)
Dimana job insecurity pada bentuk ini mengacu pada adanya potensi kerugian
dalam posisi organisasi, seperti memburuknya kondisi kerja, kurangnya
kesempatan karir, dan penurunan gaji pengembangan (ketidakpastian terhadap
posisi yang dimilikinya saat ini untuk masa depan), hal ini umum mengacu
pada kondisi perusahaan dan kebijakan di dalamnya.
2.1.3.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Job Insecurity
Menurut (Probst, 2016:50) job insecurity dipengaruhi oleh beberapa faktor
diantaranya: - Kondisi organisasi dan lingkungan, antara lain perubahan organisasi,
komunikasi organisasi atau organizational communication, dukungan dari
organisasi, persepsi dapat dipekerjakan, fitur-fitur pada pekerjaan seperti
ambiguitas peran atau role ambiguity. - Karakteristik individu dan posisi pekerjaan antara lain usia, gender, status
sosial ekonomi, tipe kontrak - Karakteristik personal antara lain self-esteem, kepribadian, neuroticism.
