4. Analisis risiko kuantitatif
Analisis kuantitatif digunakan untuk mengukur dampak risiko secara numerik, terutama pada proyek besar, kompleks, atau bernilai tinggi. Analisis ini membutuhkan data yang lebih memadai dan dapat menghasilkan estimasi probabilistik terhadap durasi, biaya, atau peluang pencapaian sasaran.
Beberapa teknik analisis kuantitatif meliputi:
- Analisis sensitivitas untuk mengetahui variabel yang paling memengaruhi biaya atau jadwal.
- Decision tree analysis untuk membandingkan pilihan keputusan berdasarkan probabilitas dan nilai hasil.
- Expected Monetary Value atau EMV untuk memperkirakan nilai kerugian atau manfaat harapan.
- Simulasi Monte Carlo untuk menghasilkan distribusi kemungkinan durasi atau biaya akhir proyek.
- Analisis skenario, misalnya skenario optimistis, moderat, dan pesimistis.
- Analisis cadangan kontinjensi biaya dan waktu.
Rumus EMV dapat ditulis sebagai:
EMV=P×IEMV = P \times IEMV=P×I
Misalnya, terdapat peluang 30% terjadi keterlambatan material yang diperkirakan menimbulkan biaya tambahan Rp200 juta. Maka:
EMV=0,30×Rp200.000.000=Rp60.000.000EMV = 0{,}30 \times Rp200.000.000 = Rp60.000.000EMV=0,30×Rp200.000.000=Rp60.000.000
Nilai tersebut dapat menjadi salah satu dasar penetapan cadangan biaya. Akan tetapi, EMV tidak boleh dipakai secara mekanis karena besarnya kerugian juga bergantung pada kontrak, kapasitas pemasok, fleksibilitas jadwal, dan opsi mitigasi yang tersedia.
