Risiko dalam Manajemen Konstruksi (5)

2. Identifikasi risiko

Identifikasi risiko adalah proses menemukan serta mendokumentasikan semua risiko yang mungkin memengaruhi proyek. Proses ini perlu dilakukan secara iteratif karena risiko baru dapat muncul pada tahap desain, pengadaan, pekerjaan struktur, penyelesaian arsitektur, maupun menjelang serah terima.

Teknik identifikasi yang sering digunakan meliputi:

  • Telaah dokumen desain, spesifikasi, kontrak, jadwal, dan RAB.
  • Wawancara dengan pemilik, konsultan, kontraktor, pemasok, dan tenaga ahli.
  • Brainstorming atau lokakarya risiko lintas disiplin.
  • Observasi kondisi lapangan dan investigasi lokasi.
  • Analisis data proyek sejenis atau lessons learned.
  • Analisis SWOT.
  • Daftar periksa risiko (risk checklist).
  • Analisis akar penyebab (root cause analysis).
  • Telaah risiko kontrak dan regulasi.

Hasil identifikasi dicatat dalam risk register. Minimal, risk register memuat kode risiko, uraian risiko, penyebab, dampak, kategori, probabilitas, tingkat dampak, skor risiko, pemilik risiko, respons yang direncanakan, status tindakan, dan risiko residual.

PMI menekankan bahwa identifikasi risiko merupakan proses berulang untuk menentukan dan mendokumentasikan karakteristik risiko yang dapat memengaruhi proyek (PMI, 2008)