9. Analisis mutu
Analisis mutu dalam manajemen konstruksi digunakan untuk memastikan bahwa material, metode kerja, dan hasil pekerjaan memenuhi spesifikasi yang telah disetujui. Metode ini tidak hanya dilakukan setelah pekerjaan selesai, tetapi sejak tahap perencanaan dan pelaksanaan.
Instrumen analisis mutu yang umum digunakan adalah:
- Inspection and Test Plan atau ITP.
- Daftar periksa inspeksi (checklist).
- Uji laboratorium material, seperti kuat tekan beton, uji slump, gradasi agregat, atau uji tarik baja.
- Non-conformance report untuk ketidaksesuaian pekerjaan.
- Analisis akar penyebab (root cause analysis).
- Diagram sebab-akibat atau fishbone diagram.
- Analisis Pareto untuk menentukan jenis cacat yang paling dominan.
- Dokumentasi rework dan biaya mutu.
Pendekatan mutu harus bersifat preventif. Artinya, pengendalian dilakukan untuk mencegah cacat sejak awal melalui persetujuan material, method statement, pelatihan pekerja, inspeksi bertahap, dan pengujian. Jika mutu hanya diperiksa pada akhir pekerjaan, biaya koreksi cenderung lebih besar dan dapat menyebabkan keterlambatan proyek
