7. Simulasi Monte Carlo
Simulasi Monte Carlo merupakan metode analisis kuantitatif untuk menilai ketidakpastian durasi atau biaya proyek. Berbeda dari estimasi tunggal, Monte Carlo menggunakan banyak kemungkinan nilai input yang diambil secara berulang dari distribusi probabilitas. Hasilnya adalah distribusi kemungkinan waktu selesai atau biaya akhir proyek.
Sebagai contoh, durasi pekerjaan struktur dapat diperkirakan antara 50 sampai 70 hari, bergantung pada cuaca, ketersediaan material, produktivitas tenaga kerja, dan kondisi peralatan. Simulasi Monte Carlo dapat menjalankan ribuan iterasi untuk menghasilkan informasi seperti:
- Peluang proyek selesai dalam 180 hari.
- Durasi proyek pada tingkat keyakinan 50%, 80%, atau 90%.
- Aktivitas yang paling sensitif terhadap keterlambatan.
- Cadangan waktu (schedule contingency) yang sebaiknya disiapkan.
- Kemungkinan biaya akhir melebihi anggaran.
Metode ini sangat sesuai untuk proyek yang kompleks dan memiliki ketidakpastian tinggi. Dalam analisis risiko jadwal, Monte Carlo digunakan untuk mengambil sampel dari rentang durasi aktivitas sehingga menghasilkan estimasi probabilistik tanggal penyelesaian, analisis sensitivitas, dan dasar penentuan kontinjensi (Khan, 2024). Studi proyek gedung juga mengombinasikan CPM untuk menentukan lintasan kritis, EVM untuk memperkirakan durasi tersisa dari kemajuan aktual, serta simulasi Monte Carlo untuk menghasilkan distribusi probabilitas durasi proyek (Pratama et al., 2025).
