Metode-Metode Analisis dalam Manajemen Konstruksi (6)

5. Earned Value Management

Earned Value Management atau EVM merupakan metode pengendalian terintegrasi untuk mengukur kinerja lingkup, jadwal, dan biaya. EVM tidak hanya membandingkan anggaran dengan pengeluaran aktual, melainkan juga membandingkan nilai pekerjaan yang seharusnya selesai dengan nilai pekerjaan yang benar-benar telah diselesaikan.

Tiga komponen utama EVM adalah:

  • Planned Value (PV): nilai anggaran pekerjaan yang direncanakan selesai sampai tanggal evaluasi.
  • Earned Value (EV): nilai anggaran dari pekerjaan yang benar-benar telah selesai.
  • Actual Cost (AC): biaya aktual yang telah dikeluarkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Indikator penting dalam EVM adalah:

CV=EV−ACCV = EV – ACCV=EV−AC

SV=EV−PVSV = EV – PVSV=EV−PV

CPI=EVACCPI = \frac{EV}{AC}CPI=ACEV​

SPI=EVPVSPI = \frac{EV}{PV}SPI=PVEV​

Keterangan interpretasi:

IndikatorNilaiInterpretasi
Cost Variance (CV)PositifBiaya lebih efisien atau di bawah anggaran
Cost Variance (CV)NegatifBiaya aktual melebihi nilai pekerjaan yang diperoleh
Schedule Variance (SV)PositifKinerja proyek lebih cepat daripada rencana
Schedule Variance (SV)NegatifKinerja proyek tertinggal dari rencana
Cost Performance Index (CPI)Lebih dari 1Efisiensi biaya baik
Cost Performance Index (CPI)Kurang dari 1Terjadi inefisiensi biaya
Schedule Performance Index (SPI)Lebih dari 1Kemajuan lebih cepat daripada rencana
Schedule Performance Index (SPI)Kurang dari 1Kemajuan lebih lambat daripada rencana

PMI menempatkan EVM sebagai instrumen early warning yang memberi indikasi objektif mengenai pencapaian aktual, area risiko kinerja, serta estimasi biaya penyelesaian proyek yang lebih akurat daripada pelaporan biaya tradisional (PMI, 2000). Kajian tentang pengukuran kinerja proyek konstruksi juga menjelaskan bahwa EVM menggunakan PV, EV, dan AC untuk menghitung varians biaya dan jadwal serta indeks CPI dan SPI (Fleming & Koppelman, 2016).pmi+1

Ilustrasi: suatu proyek memiliki PV sebesar Rp500 juta, EV Rp400 juta, dan AC Rp550 juta pada minggu ke-12. Nilai SV=400−500=−100SV = 400 – 500 = -100SV=400−500=−100 juta menunjukkan kemajuan fisik tertinggal dari rencana. Nilai CV=400−550=−150CV = 400 – 550 = -150CV=400−550=−150 juta menunjukkan biaya yang dikeluarkan lebih besar daripada nilai pekerjaan yang telah dihasilkan. Sementara itu, SPI=0,80SPI = 0{,}80SPI=0,80 dan CPI=0,73CPI = 0{,}73CPI=0,73 menunjukkan proyek terlambat sekaligus tidak efisien secara biaya