2. Critical Path Method
Critical Path Method atau CPM merupakan metode jaringan kerja untuk menentukan rangkaian aktivitas yang mempunyai total kelonggaran waktu (total float) nol atau paling kecil. Rangkaian aktivitas tersebut disebut lintasan kritis (critical path). Keterlambatan pada satu aktivitas kritis, apabila tidak diatasi, akan langsung menunda tanggal penyelesaian proyek.
Langkah umum penerapan CPM meliputi:
- Mengidentifikasi seluruh aktivitas proyek berdasarkan WBS.
- Menentukan hubungan ketergantungan antaraktivitas, misalnya finish-to-start.
- Mengestimasi durasi tiap aktivitas.
- Menyusun diagram jaringan kerja.
- Menghitung waktu mulai dan selesai paling awal (early start dan early finish).
- Menghitung waktu mulai dan selesai paling lambat (late start dan late finish).
- Menghitung float atau kelonggaran waktu setiap aktivitas.
- Menentukan aktivitas yang berada pada lintasan kritis.
CPM sangat berguna untuk penjadwalan proyek yang durasi aktivitasnya relatif dapat diperkirakan secara pasti. Metode ini memungkinkan manajer proyek memusatkan perhatian pada pekerjaan yang secara langsung menentukan durasi total proyek. Secara teoritis, CPM merepresentasikan proyek sebagai jaringan aktivitas, dengan lintasan kritis berupa urutan aktivitas yang memiliki float total nol sehingga setiap keterlambatan akan menunda penyelesaian proyek (Khan, 2024).ijsr
Contoh singkat: apabila pekerjaan pondasi, struktur lantai satu, struktur lantai dua, dan pekerjaan atap berada pada lintasan kritis, maka keterlambatan pengecoran pondasi selama tiga hari berpotensi menggeser penyelesaian proyek tiga hari, kecuali dilakukan tindakan percepatan seperti penambahan tenaga kerja, lembur, atau perubahan metode kerja.
