1. Work Breakdown Structure
Work Breakdown Structure atau WBS adalah metode untuk menguraikan ruang lingkup proyek menjadi elemen pekerjaan yang lebih kecil, terstruktur, dan dapat dikelola. Misalnya, proyek pembangunan gedung dapat dibagi menjadi pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah, pondasi, struktur, arsitektur, mekanikal-elektrikal-plumbing, pekerjaan luar bangunan, dan serah terima.
WBS menjadi fondasi untuk analisis berikutnya karena setiap pekerjaan dapat diberi kode, volume, biaya, durasi, penanggung jawab, kebutuhan tenaga kerja, material, dan alat. Tanpa WBS yang jelas, pengendalian proyek cenderung tidak konsisten karena lingkup pekerjaan sulit dipantau secara rinci.
Dalam pendekatan earned value, pekerjaan proyek perlu didefinisikan dan dipecah menjadi tugas-tugas yang dapat dipahami bersama sebelum disusun ke dalam urutan pelaksanaan serta anggaran berbasis waktu (Project Management Institute [PMI], 2000)
