Pemilihan metode
Pemilihan metode analisis sebaiknya disesuaikan dengan tujuan, fase, tingkat kompleksitas, serta ketersediaan data proyek.
| Kondisi proyek | Metode yang sesuai | Alasan |
|---|---|---|
| Perencanaan jadwal awal dengan aktivitas relatif pasti | CPM dan Kurva-S | Menentukan urutan kerja, durasi, dan target progres |
| Durasi aktivitas mengandung ketidakpastian tinggi | PERT dan Monte Carlo | Memperhitungkan variasi serta peluang pencapaian target |
| Pengendalian waktu dan biaya selama konstruksi | EVM, Kurva-S, CPM | Memberi indikator deviasi dan proyeksi kinerja |
| Proyek berisiko tinggi atau kompleks | Matriks risiko, RII, Monte Carlo | Menetapkan prioritas mitigasi dan cadangan proyek |
| Evaluasi efisiensi tenaga kerja dan alat | Analisis produktivitas | Mengidentifikasi pemborosan sumber daya |
| Evaluasi kepatuhan spesifikasi | ITP, inspeksi, uji material, Pareto | Menjamin mutu serta mengurangi pekerjaan ulang |
| Keputusan investasi pra-konstruksi | NPV, IRR, BCR, analisis sensitivitas | Menilai kelayakan finansial dan ekonomi |
Pada proyek gedung bertingkat, misalnya, CPM dapat digunakan untuk menentukan pekerjaan kritis seperti pondasi, struktur, dan pekerjaan arsitektur utama. Kurva-S digunakan untuk memantau deviasi kemajuan mingguan. EVM digunakan untuk menentukan apakah kemajuan fisik yang dicapai sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan. Analisis risiko dan Monte Carlo dapat digunakan untuk mengantisipasi dampak cuaca, keterlambatan material, perubahan desain, atau produktivitas tenaga kerja yang tidak sesuai rencana. Kombinasi ini menghasilkan sistem pengendalian yang lebih kuat daripada penggunaan satu metode tunggal.
