Metode-Metode Analisis dalam Manajemen Konstruksi (12)

Pemilihan metode

Pemilihan metode analisis sebaiknya disesuaikan dengan tujuan, fase, tingkat kompleksitas, serta ketersediaan data proyek.

Kondisi proyekMetode yang sesuaiAlasan
Perencanaan jadwal awal dengan aktivitas relatif pastiCPM dan Kurva-SMenentukan urutan kerja, durasi, dan target progres
Durasi aktivitas mengandung ketidakpastian tinggiPERT dan Monte CarloMemperhitungkan variasi serta peluang pencapaian target
Pengendalian waktu dan biaya selama konstruksiEVM, Kurva-S, CPMMemberi indikator deviasi dan proyeksi kinerja
Proyek berisiko tinggi atau kompleksMatriks risiko, RII, Monte CarloMenetapkan prioritas mitigasi dan cadangan proyek
Evaluasi efisiensi tenaga kerja dan alatAnalisis produktivitasMengidentifikasi pemborosan sumber daya
Evaluasi kepatuhan spesifikasiITP, inspeksi, uji material, ParetoMenjamin mutu serta mengurangi pekerjaan ulang
Keputusan investasi pra-konstruksiNPV, IRR, BCR, analisis sensitivitasMenilai kelayakan finansial dan ekonomi

Pada proyek gedung bertingkat, misalnya, CPM dapat digunakan untuk menentukan pekerjaan kritis seperti pondasi, struktur, dan pekerjaan arsitektur utama. Kurva-S digunakan untuk memantau deviasi kemajuan mingguan. EVM digunakan untuk menentukan apakah kemajuan fisik yang dicapai sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan. Analisis risiko dan Monte Carlo dapat digunakan untuk mengantisipasi dampak cuaca, keterlambatan material, perubahan desain, atau produktivitas tenaga kerja yang tidak sesuai rencana. Kombinasi ini menghasilkan sistem pengendalian yang lebih kuat daripada penggunaan satu metode tunggal.