Manajemen Konstruksi (4)

Tahapan manajemen konstruksi

1. Tahap pra-konstruksi

Tahap pra-konstruksi dilakukan sebelum pekerjaan fisik dimulai. Kegiatan utamanya meliputi studi kelayakan, identifikasi kebutuhan pemilik, survei lokasi, penetapan konsep desain, penyusunan estimasi awal, analisis risiko, perencanaan metode pelaksanaan, strategi pengadaan, serta penyusunan jadwal awal proyek.

Pada tahap ini, keputusan yang diambil sangat menentukan kinerja proyek berikutnya. Kesalahan dalam menentukan lingkup, desain, estimasi biaya, atau kondisi lapangan dapat menyebabkan perubahan pekerjaan, keterlambatan, dan pembengkakan biaya saat konstruksi berlangsung. Oleh sebab itu, manajer konstruksi perlu menilai kelayakan desain dari aspek keterbangunan (constructability), yaitu sejauh mana desain dapat dilaksanakan secara aman, efisien, ekonomis, dan sesuai kondisi lapangan.