Manajemen Konstruksi (3)

Fungsi utama

FungsiUraian kegiatanContoh output
FungsiUraian kegiatanContoh output
Manajemen lingkupMenetapkan batas pekerjaan, kebutuhan proyek, spesifikasi, dan kriteria keberhasilanScope of work, WBS, dokumen spesifikasi
Manajemen waktuMenyusun urutan kerja, durasi aktivitas, ketergantungan pekerjaan, dan pengendalian kemajuanKurva-S, CPM, network planning, jadwal mingguan
Manajemen biayaMengestimasi biaya, menetapkan anggaran, memantau realisasi, dan mengendalikan deviasiRAB, cash flow, laporan biaya, analisis nilai hasil
Manajemen mutuMenetapkan standar mutu serta melakukan penjaminan dan pengendalian mutuITP, checklist, hasil uji material, laporan inspeksi
Manajemen sumber dayaMerencanakan dan mengalokasikan tenaga kerja, material, alat, dana, dan teknologiJadwal tenaga kerja, material schedule, rencana alat
Manajemen pengadaanMenentukan strategi tender, seleksi kontraktor, pembelian material, serta administrasi kontrakDokumen tender, kontrak, PO, evaluasi pemasok
Manajemen risikoMengidentifikasi, menilai, merespons, dan memantau risiko proyekRisk register, rencana mitigasi, kontinjensi
Manajemen K3Mengendalikan potensi kecelakaan, penyakit akibat kerja, dan kondisi kerja tidak amanHSE plan, toolbox meeting, laporan insiden
Manajemen komunikasiMenjamin aliran informasi, rapat koordinasi, pelaporan, dan dokumentasi keputusanNotulen rapat, laporan kemajuan, RFI, laporan harian
Manajemen kontrak dan klaimMengawasi kesesuaian kewajiban para pihak, perubahan pekerjaan, pembayaran, dan potensi sengketaChange order, addendum, dokumen klaim

Dalam praktiknya, fungsi-fungsi tersebut saling terkait. Misalnya, keterlambatan pengadaan baja tulangan dapat menghambat pekerjaan struktur. Hambatan itu berpotensi menyebabkan keterlambatan jadwal, biaya tambahan tenaga kerja dan alat, risiko penurunan mutu akibat pekerjaan yang terburu-buru, serta perselisihan mengenai tanggung jawab keterlambatan. Oleh karena itu, manajemen konstruksi harus bekerja secara integratif, bukan secara parsial.