Melalui strategi kepuasan pelanggan, perusahaan berharap dapat meningkatkan
pangsa pasa, penjualan dan jumlah pelanggannya. Berikut strategi kepuasan pelanggan
yang dapat diterapkan pada perusahaan jasa menurut Tjiptono (2005 : 216) dalam
(Gusti Ayu Aghivirwiatil.dkk, 2022 hal :96 ) :
- Strategi Manajemen Ekspektasi Pelanggan
Ekspektasi pelanggan dibentuk dan didasarkan pada sejumlah faktor, seperti
pengalaman berbelanja di masa lalu, opini teman dan kerabat, serta informasi
dan janji-janji perusahaan dan para pesaingnya; - Relasi Pemasaran dan Manajemen
Relasi pemasaran dan penciptaan nilai, bukan sekedar serangkaian alat, teknik,
dan taktik. Dengan kata lain, relasi pemasaran dan manajemen merupakan
andangan integrative atau holistic yang memperkokoh kompetensi pemasaran
perusahaan; - After Marketing (Setelah Pemasaran)
Tahap ini menekankan pentingnya aktivitas pemasaran dan komunikasi setelah
transaksi pembelian. Khususnya dalam rangka memberikan keyakinan setelah
tahap pembelian (agar konsumen yakin bahwa keputusan pembelian yang
dilakukan benar-benar bijaksana) dan membangun loyalitas merek; - Strategi Retensi Pelanggan
Strategi retensi pelanggan difokuskan pada teknik-teknik yang digunakan untuk
mempertahankan pelanggan agar pelanggan tidak beralih pada pemasok atau
perusahaan jasa lain; - Pelayanan Pelanggan Superior
Pelayanan pelanggan superior diwujudkan dengan cara menawarkan layanan
yang lebih baik dibandingkan para pesaing; - Strategi Pemasukan atau Infusi Teknologi
Teknologi bisa dimanfaatkan secara efektif untuk meningkatkan dan
memuaskan pengalaman layanan kepuasan pelanggan; - Sistem Penanganan Komplain secara Efektif
Di dalam industri yang sama- sama bergerak di bidang jasa, wajib untuk
menanggapi komplain dari para pelanggannya, agar dapat mengetahui tingkat
kepuasan pelanggan. Pada hakikatnya ada dua tujuan utama pelanggan
menyampaikan komplain. Pertama, untuk menutupi kerugian ekonomis, dan
kedua adalah untuk memperbaiki citra diri (self image); - Startegi Pemulihan Layanan
Dalam perusahaan jasa, seberapa kerasnya usaha penyedia jasa tetap saja
kekecewaan atau tidak kepuasan pelanggan tidak terhindarkan. Maka dari itu
taktik-taktik pemulihan layanan sangat dibutuhkan guna memberikan dampak
positif terhadap nilai kepuasan pelanggan, minat pembelian ulang, loyalitas dan
komitmen pelanggan, juga persepsi pelanggan terhadap keadilan pelayanan jasa.
