Menurut Tjiptono dalam (Indrasari, 2019 hal :88) ada empat metode yang
dilakukan perusahaan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan, yaitu:
- Sistem Keluhan dan Saran
Setiap organisasi yang berorientasi pada pelanggan perlu meyediakan kesempatan dan
akses yang mudah dan nyaman bagi para pelanggannya guna menyampaikan saran,
kritik, pendapat, dan keluhan mereka. Media yang biasa digunakan bisa berupa kotak
saran, kartu komentar, saluran telepon khusus bebas pulsa, website, dan lain-lain.
Dimana metode ini dapat memberikan ide atau masukan yang berharga kepada
perusahaan; - Ghost Shopping (pembelanjaan misteri)
Salah satu cara memperoleh gambaran mengenai kepuasan pelanggan adalah dengan
memperkejakan beberapa orang untuk berperan atau berpura-pura sebagai pelanggan
potensial produk perusahaan dan pesaing. Para pembelanja misterius akan diminta
untuk mengamati secara seksama dan melihat cara perusahaan dan pesaingnya
melayani permintaan spesifik pelanggan, menjawab pertanyaan pelanggan dan
menangani setiap keluhan. Hal tersebut dilakukan sebeagai cara untuk melakukan
penilaian terhadap kinerja karyawan; - Lost Customer analysis (analisis pelanggan yang berhenti)
Sedapat mungkin perusahaan menghubungi para pelanggan yang telah berhenti
membeli atau yang telah berpindah pemasok agar dapat memahami mengapa hal itu
terjadi dan supaya dapat mengambil kebijakan perbaikan atau penyempurnaan
selanjutnya; - Survey Kepuasan Pelanggan
Sebagian besar riset kepuasan pelanggan dilakukan dengan menggunakan metode
survey, baik survey melalui pos, telepon, e-mail, internet, maupun wawancara
langsung.
