Dimensi Kualitas Pelayanan


Menurut Sunyoto dan Susanti (2015;288). Mengungkapkan
terdapat lima dimensi kualitas layanan yaitu:
a. Bukti Fisik (Tanglibes)
yaitu kemampuan kantor di dalam menunjukan eksistensi kepada
pihak penerima pelayanan baik itu dari segi penampilan, sarana dan
prasarana kantor sebagai bukti nyata dari pelayanan yang diberikan
oleh pihak kantor sebagai bukti nyata dari pelayanan dari diberikan
oleh pihak kantor. Seperti: Gedung, perlengkapan dan peralatan
yang digunakan serta penampilan pegawai.
b. Keandalan (Reliability)
yaitu kemampuan kantor di dalam memberikan pelayanan kepada
pihak penerima sesuai dengan dijanjikan secara akurat dan
terpercaya. Dimana kinerja pelayanan sesuai dengan apa yang
diharapkan pihak penerima pelayanan meliputi ketepatan waktu,
pelayanan yang setara dengan semua pelanggan dan sikap pegawai
yang simpati.
c. Daya Tanggap (Responsiveness)
yaitu suatu kebijakan di dalam memberikan pelayanan yang cepat
(responsive) dan tepat, dengan penyampaian informasi yang jelas
kepada masyarakat. Memberikan kesan yang baik agar
menimbulkan persepsi yang positif dalam kualitas pelayanan.
d. Jaminan (Assurance)
yaitu pengetahuan, kesopansantunan, dan kemampuan pegawai
untuk menumbuhkan rasa percaya masyarakat kepada kantor. Hal
ini meliputi:

  1. Komunikasi, merupakan pemberian suatu informasi kepada
    pelanggan menggunakan bahasa dan kata yang jelas agar dengan
    mudah dimengerti pelanggan.
  2. Kredibilitas, yaitu pentingnya suatu jaminan atas kepercayaan
    yang diberikan, sifat kejujuran, menanamkan kepercayaan,
    memberikan kredibilitas yang baik bagi perusahaan.
  3. Keamanan, yaitu suatu kepercayaan dari masyarakat terhadap
    pelayanan yang diterima. Dimana pelayanan yang diberikan
    tersebut mampu memberikan suatu jaminan kepercayaan.
  4. Kompetensi, yaitu keterampilan yang dimiliki dan dibutuhkan
    pegawai agar dapat memberikan pelayanan secara optimal.
  5. Sopan santun, yaitu adanya nilai moral yang dimiliki perusahaan
    saat memberikan pelayanan. Jaminan kantor atas kesopan-
    santunan yagn ditawarkan sesuai dengan kondisi dan situasi yang
    ada.
    e. Empati (Empathy)
    yaitu sikap pegawai dalam memberikan perhatian yang tulus dan
    bersifat individual yang diberikan kepada masyarakat bermaksud
    dapat memahami keinginan masyarakat. Dimana diharapkan
    memiliki pengertian dan pengetahuan, memahami kebutuhan
    masyarakat secara spesifik