Menurut Fahmi (2014:21) terdapat teori yang mendasari Investment
Opportunity Set yaitu sebagai berikut:
- Teori Portofolio
Teori ini dikenal juga dengan teori modern portofolio yang dikenalkan oleh
Harry Markowitz. Teori ini menyatakan bahwa konsep dasar dalam keuangan
menggambarkan cara investor dalam memaksimalkan tingkat pengembalian
portofolio mereka untuk tingkat risiko tertentu atau sebaliknya yaitu mengurangi
risiko untuk tingkat pengembalian tertentu. Proses ini melibatkan diversifikasi
investasi untuk mengurangi risiko sistematis tanpa mengurangi pengembangan
potensial. - Teori Sinyal (Signaling Theory)
Menurut Fahmi (2014:21) secara umum definisi dari teori sinyal yaitu teori yang
membahas naik turunnya harga di pasar seperti harga saham, obligasi, dan
sebagainya sehingga memberi pengaruh pada keputusan investor. Kesempatan
investasi yang dimiliki perusahaan akan memengaruhi cara pandang manajer,
pemilik, investor, dan kreditor tentang nilai perusahaan (Handriani dan Irianti,
2015). Perusahaan akan memberikan sinyal positif terhadap investor, sehingga
investor akan memberikan respon positif terhadap perusahaan yang memiliki
nilai investment opportunity set yang tinggi. Investment opportunity set yang
tinggi akan menjanjikan return lebih tinggi dimasa mendatang. Investor yang
menyukai risiko telah mengerti atau memahami bahwa return tinggi akan diikuti
dengan risiko tinggi. Kepercayaan investor terhadap perusahaan yang disertai
keputusan investasi menyebabkan naiknya permintaan terhadap harga saham.
Peluang investasi memberikan sinyal positif tentang pertumbuhan perusahaan
dimasa mendatang, kemudian hal ini akan meningkatkan harga saham sebagai
indicator nilai perusahaan.
