Keputusan investasi atau disebut juga the capital budgeting
decision, beraitan dengan investasi jangka panjang yang harus dilakukan,
baik dalam bentuk tangible asset, ini merupakan keputusan yang paling
penting untuk mengelola keputusan Haryadi, (2016). menurut Tandelilin,
(2001) proses keputusan investasi merupakan proses keputusan yang
berkesenimbungan (on goin process). Proses keputusan investasi terdiri dari
lima tahap keputusan yang berjalan terus menerus sampai tercapai
keputusan investasi yang terbaik. Tahap-tahap keputusan investasi antara
lain:
- Penetuan tujuan investasi. Tahap pertama dalam keputusan investasi
adalah menentukan tujuan investasi yang akan dilakukan. Tujuan
investasi masing-masing investor bisa berbeda-beda tergantung pada
investornya. - Penetuan kebijakan investasi. Tahap kedua ini merupakan tahap
penentuan kebijakan untuk memenuhi tujuan investasi yang telah
diterapkan, tahap ini dimulai dengan penentuan keputusan alokasi aset
(asset allocation decision), keputusan ini menyangkut
pendistribusibusian dana yang dimiliki pada berbagai klal-klas aset yang
bersedia (saham, obligasi, real aset ataupun sekutritas luar negeri). - Pemilihan stategi portofolio. Strategi portofolio yang dipilih harus
konsisten dengan dua tahap sebelumnya. Ada dua strategi portofolio
yaitu strategi portofolio aktif dan strategi portofolio pasif. Strategi
portofolio aktif meliputi kegiatain penggunaan informasi yang tersedia
dan Teknik-teknik peralaman secara aktif untuk mencari kombinasi
portofolio yang baik, sedangkan strategi portofolio pasif meliputi
aktivitas investasi pada portofolio yang sering dengan kinerja indeks
pasar. Asumsi strategi pasif ini adalah bahwa semua informasi yang
tersedi akan diserap pasar dan direfleksikan pada harga saham. - Pemilihan aset. Tahap ini memerlukan pengevaluasian setiap sekuritas
yang ingin dimasukkan dalam portofolio. Tujuan tahap ini adalah untuk
mencari kombinasi portofolio yang efisien, yaitu portofolio yang
menawarkan return diharapkan yang tinggi dengan tingkat risiko
tertentu atau sebaliknya menawarkan return ddiharapkan tertentu
dengan tingkat risiko terendah. - Pengukuran dan evaluasi kinerja portofolio. Tahap ini merupakan tahap
paling akhir dari proses keputusan investasi. Tahap pengukuran dan
evaluasi kinerja ini meliputi pengukuran kinerja portofolio dan
pembandingan hasil pengukuran tersebut dengan kinerja portofolio
lainnya melalui proses bechmarking. Proses bechmarking ini biasanya
dilakukan terhadap indeks portofolio pasar, untuk mengetahui seberapa
baik kinerja portofolio yang telah ditentukan disbanding kinerja
portofolio lainnya (portofolio pasar).
