Struktur kepemilikan dapat dijelaskan dari dua sudut pandang, yaitu
pendekatan keagenan dan pendekatan informasi asimetri. Menurut
(Haryono, 2005), Struktur Kepemilikan adalah : “Komposisi modal antara
hutang dan ekuitas termasuk juga proporsi antara kepemilikan saham insider
shareholders dan outsite shareholders.” Menurut pendekatan keagenan,
struktur kepemilikan merupakan suatu mekanisme untuk mengurangi
konflik kepentingan antara manajer dengan pemegang saham. Pendekatan
ketidakseimbangan informasi memandang mekanisme struktur kepemilikan
sebagai suatu cara untuk mengurangi ketidakseimbangan informasi antara
insiders dan outsiders melalui pengungkapan informasi di dalam pasar
modal. (www.kesimpulan.com). Para peneliti berpendapat bahwa struktur
kepemilikan perusahaan memiliki pengaruh terhadap perusahaan. Tujuan
perusahaan sangat ditentukan oleh struktur kepemilikan, motivasi pemilik
dan kreditur corporate governance dalam proses insentif yang membentuk
motivasi manajer. Pemilik akan berusaha membuat berbagai strategi untuk
mencapai tujuan perusahaan, setelah strategi ditentukan maka langkah
selanjutnya akan mengimplementasi strategi dan mengalokasikan sumber
daya yang dimiliki perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan. Kesemua
tahapan tersebut tidak terlepas dari peran pemilik dapat dikatakan bahwa
peran pemilik sangat penting dalam menentukan keberlangsungan
perusahaan.
