Struktur modal adalah paduan sumber dana jangka panjang
yang digunakan oleh perusahaan. Menurut Damayanti (2013)
struktur modal adalah merupakan perimbangan antara hutang jangka
panjang dengan modal sendiri. Menurut Sartono (2001) struktur
modal ditunjukkan oleh perimbangan pembelanjaan jangka panjang
yang permanen, yaitu perimbangan antara utang jangka panjang dan
saham preferen dengan modal sendiri diluar utang jangka pendek.
Sedangkan Kanita (2014) menyatakan bahwa struktur modal yang
optimal adalah kombinasi utang dan ekuitas yang akan
memaksimalkan nilai perusahaan.
Firnanti (2011) mengatakan bahwa keputusan dan pengelolaan
struktur modal berkaitan dengan nilai perusahaan dan jumlah biaya
modal yang harus dikeluarkan. Pendanaan eksternal yang dilakukan
perusahaan melalui utang akan menimbulkan biaya modal sebesar
biaya bunga yang dibebankan oleh kreditur. Sedangkan jika manager
menggunakan dana internal atau dana sendiri, maka akan timbul
opportunity cost dari dana atau modal yang tinggi, yang selanjutnya
dapat berakibat pada rendahnya profitabilitas perusahaan.
