Nilai Perusahaan


Nilai perusahaan yang sering dikaitkan dengan harga saham dapat digunakan
untuk mengukur kinerja perusahaan. Semakin tinggi nilai perusahaan tersebut
berarti menunjukan kinerja perusahaan semakin baik. Kinerja perusahaan yang
baik akan menarik investor untuk menginvestasikan modalnya pada saham
perusahaan tersebut (Monica dan Henryanto, 2019) . Nilai perusahaan merupakan
nilai yang bersedia dikorbankan oleh investor pada saat membeli saham. Baik
buruknya nilai perusahaan dapat mengindindikasikan keadaan perusahaan itu
sendiri, sehingga nilai perusahaan merupakan suatu hal yang sangat diperhatikan
investor. Investor akan menggunakan nilai perusahaan sebagai pertimbangan
dalam mengambil keputusan investasi, karena nilai perusahaan merupakan
persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang sering dikaitkan
dengan harga saham.
Nilai perusahaan dapat ditunjukan dalam laporan keuangan perusahaan khususnya
laporan posisi keuangan perusahaan yang berisi informasi keuangan masa lalu dan
laporan laba rugi untuk menilai laba perusahaan yang diperoleh dari tahun ke
tahun. Sementara di pihak lain ada yang beranggapan bahwa nilai perusahaan
dinilai berdasarkan nilai sekarang dari aktiva yang dimiliki perusahaan dan nilai
investasi perusahaan yang akan dikeluarkan di masa mendatang. Nilai perusahaan
juga mencerminkan kekayaan atau aset yang dimiiki oleh perusahaan. Nilai
perusahaan tercemin dari harga pasar saham nya. Jika harga saham meningkat,
maka nilai perusahaan akan meningkat, sehingga akan meningkatkan
kesejahteraan pemegang saham atau pemilik perusahaan. Jadi, semakin tinggi
nilai perusahaan, maka semakin besar kemakmuran yang akan diterima oleh
pemilik perusahaan.
Terdapat 5 jenis nilai perusahaan berdasarkan metode perhitungan, yaitu :

  1. Nilai Nominal.
    Nilai nominal merupakan biali yang tercantum secara formal dalam
    anggaran dasar perseroan, disebutkan secara eksplisit dalam neraca
    perusahaan, dan juga ditulis secara jelas dalam surat saham kolektif.
  2. Nilai Pasar.
    Nilai pasar seng disebut kurs yaitu harga yang terjadi dari proses tawar
    menawar di pasa saham. Nilai ini hanya dapat ditentukan jika saham
    perusahaandijual di pasar saham.
  3. Nilai Intrinsik.
    Nilai intrinsik merupakan konsep yang palig abstrak, karena mengacu
    kepada perkiraan nilai riil suatu perusahaan. Nialai perusahaan dalam
    konsep nilai instrinsik ini bukan sekedar harga dari sekumpulan aset,
    melainkan nilai perusahaan sebagai entitas bisnis yang memiliki
    kemampuan menghasilkan keuntungan di kemudian hari.
  4. Nilai Buku.
    Nilai buku merupakan nilai perusahaan yang dihitung dengan konsep
    dasar akuntansi. Secara sederhana dihitungan dengan membagi selisih
    antar total aset dan total utang dengan jumlah saham yang beredar.
  5. Nilai likuidasi.
    Nilai likuidasi merupakan nilai jual seluruh aset perusahaan setelah
    dikurangi semua kewajiban yang harus dipenuhi. Nilai likuidasi dapat
    dihitungdengan cara yang sama dengan menghitung nilai buku, yaitu
    bedasarkan neaca performa yang disiapkan ketika perusahaan akan
    dilikuidasi.