Nilai perusahaan


Nilai perusahaan adalah nilai jual suatu perusahaan dalam pasar modal. Nilai
perusahaan merupakan bentuk memaksimalkan tujuan perusahaan melalui
peningkatan kemakmuran para pemegang saham. Memaksimumkan kemakmuran
pemegang saham adalah memaksimumkan present value keuntungan pemegang
saham yang diharapkan dalam investasi. Present value merupakan nilai sekarang
dari keuntungan yang diharapkan oleh pemegang saham yang akan diterima pada
masa mendatang. Kemakmuran pemegang saham meningkat apabila harga saham
yang dimiliki meningkat. Nilai perusahaan merupakan salah satu tolak ukur bagi
para investor terhadap perusahaan, yang kemudian dikaitkan dengan harga saham.
Harga saham yang terjadi akan berpengaruh terhadap nilai perusahaan,
meningkatnya harga saham membuat nilai perusahaan semakin meningkat pula.
Harga saham merupakan harga saham yang terjadi saat saham diperdagangkan
dipasar (Sartono, 1996: 11-12)
Menurut J. Keown, et al (2000: 849), terdapat variabel – variabel
kuantitatif yang dapat digunakan untuk memperkirakan nilai suatu perusahaan,
antara lain:
a. Nilai buku
Nilai buku merupakan jumlah aktiva dari neraca dikurangi kewajiban yang ada
atau modal pemilik. Nilai buku tidak menghitung nilai pasar dari suatu
perusahaan secara keseluruhan karena perhitungan nilai buku berdasarkan pada
data historis dari aktiva perusahaan.
b. Nilai pasar perusahaan
nilai pasar perusahaan adalah suatu pendekatan untuk memperkirakan nilai
bersih dari suatu bisnis. Apabila saham didaftarkan dalam bursa sekuritas dan
secara luas diperdagangkan, maka pendekatan nilai merupakan suatu
pendekatan yang paling sering digunakan dalam menilai perusahaan besar, dan
nilai ini dapat berubah dengan cepat.
d. Nilai appraisal
Perusahaan yang berdasarkan appriser independent akan mengijinkan
pengurangan terhadap goodwill apabila harga aktiva perusahaan meningkat.
Goodwill dihasilkan sewaktu nilai pembelian perusahaan melebihi nilai buku
aktivanya.
e. Nilai arus kas yang diharapkan
Nilai ini dipakai dalam penilaian merger atau akuisisi. Nilai sekarang dari arus
kas yang telah ditentukan akan menjadi maksimum dan harus dibayar oleh
perusahaan yang ditargetkan (target firm), pembayaran awal kemudian dapat
dikurangi untuk menghitung nilai bersih sekarang dari merger. Nilai sekarang
(present value) adalah arus kas bebas dimasa yang akan datang.
f. Pengukuran nilai perusahaan
Penelitian ini menggunakan model penilaian untuk mengetahui seberapa besar
harga saham yang ada di pasar dibandingkan dengan nilai buku saham melalui
rumusan Market to book value ratio (MBV ratio)
Tujuan pokok yang ingin dicapai perusahaan adalah memaksimalkan
profit, hal ini semakin lama semakin bergeser akibat kelemahan -kelemahan yang
ditemui dalam memaksimalkan profit (Sartono, 1996: 10). Kelemahan–kelemahan
tersebut diantaranya :

  1. Tidak memperhatikan dimensi waktu sehingga standar ekonomi mikro dengan
    memaksimalkan profit bersifat statis yaitu tidak ada perbedaan antara profit
    jangka pendek dan panjang.
  2. Pengertian profit itu sendiri, apakah memaksimalkan jumlah profit secara
    nominal ataukah tingkat profit.
  3. Risiko yang berkaitan dengan sikap alternatif keputusan, memaksimalkan
    profit tanpa mempertimbangkan risiko yang akan terjadi.
  4. Memaksimalkan profit dapat dilakukan dengan menanamkan dana hasil
    penjualan saham melalui deposito, namun pemegang saham akan meminta
    tingkat keuntungan yang lebih besar dari tingkat deposito atas risiko yang lebih
    besar, sehingga pasar menurun akibatnya nilai perusahaan akan menurun pula