Perencanaan strategis dalam bisnis, manajemen harus dapat mengidentifikasi,
mengevaluasi serta mengurutkan, tujuan bisnis dan menilai ukuran-ukuran kinerja
yang digunakan. Pengukuran kinerja merupakan proses untuk menentukan
aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan strategis yang
diharapkan (Supriyono, 1999: 420). Kinerja perusahaan dapat dijadikan pedoman
dalam mengukur keberhasilan suatu perusahaan. Kinerja perusahaan merupakan
pengukuran atas prestasi perusahaan yang timbul akibat proses pengambilan
keputusan manajemen, karena memiliki hubungan efektivitas pemanfaatan modal,
efisiensi dan rentabilitas dari kegiatan kinerja. Kinerja keuangan yang dapat
dicapai oleh perusahaan dalam satu periode tertentu merupakan gambaran sehat
atau tidaknya suatu perusahaan. Selain dapat memberikan laba bagi pemilik modal
atau investor, perusahaan yang sehat juga dapat menunjukkan kemampuan dalam
membayar hutang dengan tepat waktu (Carolyne, 2001). Laporan tahunan
merupakan salah satu sumber informasi untuk mendapatkan gambaran kinerja
perusahaan. Informasi ini diberikan oleh manajemen perusahaan untuk
memberikan gambaran tentang kinerja perusahaan kepada para stakeholder.
Kinerja manajemen perusahaan memiliki dampak terhadap likuiditas dan
volatilitas harga saham, yang dijadikan dasar oleh para investor dalam melakukan
investasi (Junaedi, 2005)
Secara umum konsep pengukuran kinerja perusahaan tradisional (Fiori
et al, 2007) fokus pada analisis : profitability, Liquidity, Solvency, Financial
efficiency, Repayment 8 capacity. Akuntansi mendasarkan ukuran kinerja
keuangan adalah suatu peramal yang cukup untuk penilaian pasar perusahaan dan
return. Harga pasar saham merefleksikan nilai fundamental saham (Brief dan
Lawson, 1992; Peasnell, 1996 dalam Fiori et al, 2007). Kinerja dapat diukur
berdasarkan rasio keuangan dalam satu periode tertentu. Pengukuran yang
digunakan tergantung dari metode akuntansi yang digunakan dalam menyusun
laporan keuangan. Kinerja perusahaan dapat mencerminkan kinerja yang baik dan
meningkat meskipun kinerja keuangan yang terlihat dalam laporan keuangan tidak
mengalami peningkatan bahkan menurun. Harga saham dapat menggambarkan
kinerja perusahaan, apabila harga saham semakin tinggi maka return yang
diterima juga akan semakin tinggi.
Tujuan pengukuran kinerja perusahaan menurut S. Munawir (2002: 79)
yaitu :
- Mengetahui tingkat likuiditas perusahaan yaitu kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban keuangan. - Mengetahui tingkat solvabilitas, merupakan kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban jangka panjang maupun jangka pendek. - Mengetahui tingkat profitabilitas yaitu menunjukkan kemampuan laba
perusahaan selama periode tertentu - Mengetahui tingkat stabilitas usaha merupakan kemampuan untuk melakukan
usahanya secara stabil. - Mengetahui tingkat rentabilitas, yaitu merupakan kemampuan perusahaan
untuk memperoleh keuntungan dari operasi - Mengetahui nilai tambah ekonomis merupakan kemampuan perusahaan untuk
mengukur nyata dari operasional perusahaan
