Keputusan Investasi (Current Ratio)


Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan
biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa
yang akan datang. Keputusan penanaman modal dapat dilakukan oleh perorangan
atau lembaga baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Menurut
Jogiyanto (2015:5), investasi merupakan penundaan konsumsi sekarang untuk
digunakan didalam produksi yang efisien selama periode waktu tertentu,
sedangkan Tandelilin (2010:2) mengemukakan bahwa investasi adalah komitmen
atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan saat ini, dengan
tujuan memperoleh keuntungan di masa datang.
Pihak yang melakukan investasi disebut investor. Investor pada umumnya
digolongkan menjadi dua yaitu:
a. Investor individual, terdiri dari individu-individu yang melakukan aktivitas
investasi.
b. Investor institusional, terdiri dari perusahaan-perusahaan asuransi, lembaga
penyimpanan dana (bank dan lembaga simpan pinjam), lembaga dana pensiun
maupun perusahaan investasi.
Terdapat dua alternatif pilihan investasi yaitu investasi pada aktiva riil dan
investasi pada aktiva finansial. Karakteristik aktiva finansial dibandingkan dengan
aktiva riil adalah sebagai berikut:
a. Mudah diperjualbelikan (liquid).
b. Pemodal mempunyai berbagi pilihan investasi sesuai dengan preferensi risiko
mereka.
c. Nilainya dapat berubah dengan cepat sesuai dengan kondisi ekonomi makro
dan mikro.
d. Memiliki pasar dan regulasi kredit.
Keputusan investasi menyangkut harapan terhadap hasil keuntungan yang
diperoleh perusahaan di masa yang akan datang. Keputusan investasi mempunyai
dimensi waktu jangka panjang, sehingga keputusan yang diambil harus
dipertimbangkan dengan baik, karena mempunyai konsekuensi berjangka panjang
pula. Sedangkan menurut Riyanto (2012:10), keputusan mengenai investasi
merupakan keputusan yang paling penting diantara keputusan pendanaan dan
kebijakan dividen karena keputusan mengenai investasi akan berpengaruh secara
langsung terhadap besarnya rentabilitas investasi dan aliran kas perusahaan untuk
waktu-waktu berikutnya.Keputusan investasi merupakan keputusan yang
menyangkut keputusan dalam pendanaan yang berasal dari dalam maupun dari
luar perusahaan pada berbagai bentuk investasi. Keputusan investasi dapat
dikelompokkan kedalam investasi jangka pendek seperti investasi kedalam kas,
surat-surat berharga jangka pendek, pihutang, dan persediaan maupuninvestasi
jangka panjang dalam bentuk tanah, gedung, kendaraan, mesin, peralatan
produksi, dan aktiva tetap lainnya. Aktiva jangka pendek didefinisikan sebagai
aktiva dengan jangka waktu kurang dari satu tahun atau kurang dari satu siklus
bisnis, dana yang diinvestasikan pada aktiva jangka pendek diharapkan akan
diterima kembali dalam waktu dekat atau kurang dari satu tahun dan diterima
sekaligus. Sedangkan aktiva jangka panjang didefinisikan sebagai aktiva dengan
jangka waktu lebih dari satu tahun, dana yang ditanamkan pada aktiva jangka
panjang akan diterima kembali dalam waktu lebih dari satu tahun dan kembalinya
secara bertahap.
Keputusan investasi yang tepat akan dapat menghasilkan kinerja yang
optimal sehingga memberikan suatu sinyal positif kepada investor yang akan
meningkatkan harga saham dan nilai perusahaan. Ini sesuai dengan pernyataan
signaling theory yang menyatakan pengeluaran investasi memberikan sinyal
positif tentang pertumbuhan perusahaan dimasa yang akan datang, sehingga
meningkatkan harga saham sebagai indikator nilai perusahaan.