Investasi adalah komitmen sejumlah dana oleh masing-masing investor
untuk tujuan mendapatkan keuntungan masa depan. Namun, sebelum berinvestasi,
seorang investor perlu memperhatikan apakah modal yang diinvestasikan mampu
memberikan pengembalian yang diinginkan dengan menentukan kinerja
perusahaan yang bersangkutan. Informasi fundamental dan teknis yang diperoleh
dalam laporan keuangan menjadi acuan oleh investor dalam memperkirakan
pengembalian, risiko dan ketidakpastian, jumlah, waktu dan faktor lain yang terkait
atas kegiatan investasi dalam bursa efek (Endri, 2018).
Menurut Bodie et al (2014) dalam jurnal (Adji & Semuel, 2014), investasi
adalah komitmen saat ini terhadap uang atau sumber daya lain dengan harapan
memperoleh keuntungan di masa depan. Pujiati dan Widanar (2009) dalam jurnal
(Suryam, 2017) menyatakan bahwa keputusan investasi adalah keputusan yang
dikeluarkan oleh perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan untuk
mengeluarkan dana pada saat sekarang dengan harapan dapat memperoleh aliran
dana di masa yang akan datang dengan jumlah yang besar dibandingkan dengan
investasi sebelumnya. Dengan demikian, harapan perusahaan untuk selalu tumbuh
dan berkembang akan lebih terencana dengan jelas. Dari definisi tersebut dapat
diketahui bahwa keputusan investasi adalah suatu kegiatan yang direncanakan
untuk mengalokasikan dana atau aset yang dimiliki oleh suatu perusahaan dan aset
lainnya guna mendapatkan penghasilam di waktu kedepannya. Keputusan investasi
adalah keputusan yang sulit karena melibatkan aset dan harapan perusahaan.
Sehubungan dengan keputusan investasi, ini sejalan dengan penelitian
(Junaidi, 2019) menyatakan pengetahuan dan return on investment berdampak
nyata pada pengambilan keputusan investasi. Selain itu, penelitian yang dilakukan
oleh Waiqotul dan Sri (2017) menunjukkan adanya pengaruh pemahaman analisis
fundamental terhadap keputusan investasi, di mana pemahaman ini memiliki
pengaruh yang cukup besar terhadap hasil dari investasi.
