Perhitungan rasio likuiditas memberikan cukup banyak tujuan dan
manfaat bagi berbagai pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan.
Pihak yang paling berkepentingan adalah pemilik perusahaan dan
manajemen perusahaan untuk menilai kinerja perusahaannya. Ada pihak
luar perusahaan juga yang memiliki kepentingan, seperti pihak kreditor
atau penyedia dana bagi perusahaan, misalnya perbankan atau juga
distributor maupun supplier. Oleh karena itu, perhitungan rasio likuidtas
tidak hanya berguna bagi perusahaan, namun juga bagi pihak luar
perusahaan.
Berikut ini adalah tujuan dan manfaat yang dapat dipetik dari
hasil rasio likuiditas menurut Kasmir (2013) :
“1. Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban
atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih. Artinya,
kemampuan untuk membayar kewajiban yang sudah waktunya
dibayar sesuai jadwal batas waktu yang telah ditetapkan (tanggal dan
bulan tertentu);
2.Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban
jangka pendek dengan aktiva lancar secara keseluruhan. Artinya,
jumlah kewajiban yang berumur satu tahun atau sama dengan satu
tahun, dibandingkan dengan aktiva lancar;
3.Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban
jangka pendek dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan sediaan
atau piutang. Dalam hal ini aktiva lancar dikurangi sediaan dan utang
yang dianggap likuiditasnya lebih rendah;
4.Untuk mengukur atau membandingkan antara jumlah sediaan yang
ada dengan modal kerja perusahaan;
5.Untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk
membayar utang.
6.Sebagai alat perencanaan kedepan, terutama yang berkaitan dengan
perencanaan kas dan utang
7.Untuk melihat kondisi dan posisi likuiditas perusahaan dari waktu
ke waktu dengan membandingkannya untuk beberapa periode;
8.Untuk melihat kelemahan yang dimiliki perusahaan, dari masing-
masing komponen yang ada di aktiva lancar dan utang lancar;
9.Menjadi alat pemicu bagi pihak manajemen untuk memperbaiki
kinerjanya, dengan melihat rasio likuiditas yang ada pada saat ini.”
