Struktur Modal


Modal merupakan salah satu elemen terpenting dalam peningkatan pelaksanaan kegiatan
perusahaan disamping sumber daya manusia, mesin, material, dan metode. Oleh karenanya
perusahaan wajib untuk melakukan perencanaan yang berkenaan dengan modal, baik menambah
maupun mengurangi modal sendiri. Pemenuhan modal perusahaan dapat dilakukan melalui dua
cara, yaitu modal sendiri atau sekuritas konvensional yang diterbitkan oleh perusahaan dan yang
diperjual belikan di bursa efek dalam bentuk saham dan obligasi (Aliansyah, 2001).
Struktur modal suatu perusahaan secara umum terdiri atas beberapa komponen
(Warsono, 1998), yaitu:

  1. Hutang jangka panjang (long term debt), yaitu hutang yang masa jatuh tempo pelunasannya
    lebih dari sepuluh tahun. Komponen ini terdiri dari hutang hipotek (mortgage), dan obligasi
    (bond).
  2. Modal sendiri (equity), yang terdiri atas saham preferen (preferred stock) dan saham biasa
    (common stock).