Faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan deviden


Menurut Haymans (2012) menyatakan ada beberapa faktor yang
mempengaruhi kebijakan dividen, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Posisi Likuiditas Perusahaan
    Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar utang
    jangka pendek. Posisi likuiditas perusahaan sangat berpengaruh
    dalam dalam mengambil kebijakan deviden. Semakin lancar
    likuiditas perusahaan, semakin besar juga kemampuan perusahaan
    untuk membagikan deviden.
  2. Pengendalian Perusahaan
    Terdapat beberapa perusahaan yang memiliki kebijakan yang
    hanya mengguanakan dana yang berasal dari pendanaan internal
    saja untuk membiayai aktivitas, investasi atau pengembangan usaha
    perusahaan.
  3. Likuiditas
    Likuiditas perusahaan merupakan pertimbangan utama dalam
    banyak keputusan dividen. Karena dividen menentukan arus kas
    keluar, semakin besar posisi kas dan keseluruhan likuditas
    perusahaan, maka semakin besar kemampuan perusahaan untuk
    membayar dividen.
  4. Kemampuan untuk Meminjam
    Posisi yang likuid tidak hanya merupakan cara untuk memberikan
    fleksibilitas keuangan dan melindungi dari ketidakpastian. Jika
    perusahaan memiliki kemampuan untuk meminjam dalam jangka
    waktu yang relatif singkat, maka dapat dikatakan perusahaan
    tersebut fleksibel secara keuangan.
  5. Batasan dalam Kontrak Utang Syarat perjanjian utang sebagai
    pelindung dalam kesepakatan obligasi atau perjanjian
    peminjaman sering kali meliput batasan untuk pembayaran
    dividen. Batasan tersebut ditentukan oleh pihak pemberi pinjaman
    untuk menjaga kemampuan perusahaan membayar utang.
  6. Pengendalian Jika suatu perusahaan membayar dividen dalam
    jumlah yang cukup besar, maka perusahaan perlu mengumpulkan
    modal di kemudian hari melalui penjualan saham agar dapat
    membiayai berbagai peluang investasi yang menguntungkan.
    Berdasarkan situasi semacam ini, pihak yang memiliki kendali atas
    perusahaan dapat terdilusi jika pemegang saham mayoritas tidak
    dapat memesan saham tambahan.
    Berikut ini teori kebijakan dividen:
    Teori dividen menurut Merton Miller dan Franco Modigliani (MM)
    yaitu Teori Dividen Tidak Relevan (Divident Irrelevance
    Theory).Menurut Merton Miller dan Franco Modigliani (MM),
    kebijakan dividen tidak mempengaruhi harga pasar saham
    perusahaan atau nilai perusahaan. MM berpendapat bahwa nilai
    perusahaan hanya ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk
    menghasilkan pendapatan dan risiko bisnis, sedangkan bagaimana
    cara membagi arus pendapatan menjadi dividen dan laba ditahan
    tidak mempengaruhi nilai perusahaan.