Menurut Haymans (2012) menyatakan ada beberapa faktor yang
mempengaruhi kebijakan dividen, diantaranya adalah sebagai berikut:
- Posisi Likuiditas Perusahaan
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar utang
jangka pendek. Posisi likuiditas perusahaan sangat berpengaruh
dalam dalam mengambil kebijakan deviden. Semakin lancar
likuiditas perusahaan, semakin besar juga kemampuan perusahaan
untuk membagikan deviden. - Pengendalian Perusahaan
Terdapat beberapa perusahaan yang memiliki kebijakan yang
hanya mengguanakan dana yang berasal dari pendanaan internal
saja untuk membiayai aktivitas, investasi atau pengembangan usaha
perusahaan. - Likuiditas
Likuiditas perusahaan merupakan pertimbangan utama dalam
banyak keputusan dividen. Karena dividen menentukan arus kas
keluar, semakin besar posisi kas dan keseluruhan likuditas
perusahaan, maka semakin besar kemampuan perusahaan untuk
membayar dividen. - Kemampuan untuk Meminjam
Posisi yang likuid tidak hanya merupakan cara untuk memberikan
fleksibilitas keuangan dan melindungi dari ketidakpastian. Jika
perusahaan memiliki kemampuan untuk meminjam dalam jangka
waktu yang relatif singkat, maka dapat dikatakan perusahaan
tersebut fleksibel secara keuangan. - Batasan dalam Kontrak Utang Syarat perjanjian utang sebagai
pelindung dalam kesepakatan obligasi atau perjanjian
peminjaman sering kali meliput batasan untuk pembayaran
dividen. Batasan tersebut ditentukan oleh pihak pemberi pinjaman
untuk menjaga kemampuan perusahaan membayar utang. - Pengendalian Jika suatu perusahaan membayar dividen dalam
jumlah yang cukup besar, maka perusahaan perlu mengumpulkan
modal di kemudian hari melalui penjualan saham agar dapat
membiayai berbagai peluang investasi yang menguntungkan.
Berdasarkan situasi semacam ini, pihak yang memiliki kendali atas
perusahaan dapat terdilusi jika pemegang saham mayoritas tidak
dapat memesan saham tambahan.
Berikut ini teori kebijakan dividen:
Teori dividen menurut Merton Miller dan Franco Modigliani (MM)
yaitu Teori Dividen Tidak Relevan (Divident Irrelevance
Theory).Menurut Merton Miller dan Franco Modigliani (MM),
kebijakan dividen tidak mempengaruhi harga pasar saham
perusahaan atau nilai perusahaan. MM berpendapat bahwa nilai
perusahaan hanya ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan pendapatan dan risiko bisnis, sedangkan bagaimana
cara membagi arus pendapatan menjadi dividen dan laba ditahan
tidak mempengaruhi nilai perusahaan.
