Kepemimpinan merupakan faktor utama dalam kehidupan suatu
organisasi, karena diharapkan mampu memecahkan permasalahan yang
timbul. Pemimpin merupakan unsur esensial dari kepemimpinan, tanpa
pemimpin tidak ada kepemimpinan. Peranan pemimpin yang dominan itu
tampak lebih jelas lagi apabila dikaitkan dengan keharusan berintekrasi
dengan lingkungannya yang selalu berubah dan berkembang, antara lain
karena kemajuan peast yang terjadi di bidang ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Kartini Kartono (2008:14)
Keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan yang ingin diraih
bergantung kepada kepemimpinannya, yaitu apakah kepemimpinan itu
mampu menggerakkan semua sumber daya manusia, sumber daya
alam, sarana, dana, dan waktu secara efekti-efisien serta dalam proses
manajemen. Karena itu, kepemimpinan merupakan inti dari
organisasi, manajemen, dan administrasi.
Kepemimpinan dapat diartikan sebagai proses mempengaruhi aktifitas
seseorang atau sekelompok orong untuk mencapai tujuan dalam situasi
tertentu. (Hersey & Blanchard, 1995:99). Sejalan dengan hal tersebut, Terry
dalam Hersey & Blanchard (1997:98) menyatakan kepemimpinan sebagai
aktivitas mempengaruhi orang-orang untuk berusaha mencapai tujuan
kelompok secara sukarela.
Sementara Siagian (1995:24), mengartikan kepemimpinan sebagai
kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai
pemimpin satuan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain terutama
bawahannya, untuk berfikir ia memberikan sumbangsih nyata dalam
pencapaian tujuan organisasi.
Pemimpin pada hakekatnya adalah seseorang yang mempunyai
kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain, artinya kepemimpinan
terjadi jika ada pemimpin mempengaruhi pengikutnya. Sedangkan
kepemimpinan adalah suatu proses interaksi sosial diantara sosok yang
berperan sebagai pemimpin yang mampu mempengaruhi orang lain yang
berkedudukan sebagai pengikut atau pihak yang dipimpin untuk melakukan
sesuatu dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Kepemimpinan didefinisikan
sebagai kemauan untuk mempengaruhi sesuatu kelompok ke arah pencapaian
tujuan.
Menurut Yulk (1987) seperti dikutip oleh Usman (2008:273), beberapa
definisi yang dianggap cukup mewakili selama seperampat abad adalah
sebagai berikut:
Para pemimpin adalah mereka yang secara konsisten meberikan
kontribusi yang afektif terhadap orde sosial, serta yang diharapkan dan
dipersiapkan melakukannya.
Kepemimpinan adalah perilaku dari seseorang individu yang memimpin
aktivitas-aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang ingin dicapai
bersama (shared goald);
Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi yang dijalankan dalam suatu
situasi sistem tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi kearah
pencapaian satu atau beberapa tujuan tertentu;
Kepemimpinan adalah pembentukan awal serta pemeliharaan struktur
dalam harapan dan intekrasi;
Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit, pada
dan beberapa di atas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan-pengarahan
rutin organisasi;
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah
kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan;
Kepemimpinan adalah sebuah proses memberikan arti (pengarahan yang
berarti) terhadap usaha kolektif, dan yang mengakibatkan kesediaan untuk
melakukan usaha yang diinginkan untuk mencapai sasaran;
