Faktor-Faktor Yang Dapat Mencegah Fraud


Pengendalian Internal
Menurut Hery (2013) Dalam pengendalian internal terdapat 4 struktur
organisasi yang di cakup olehnya, yaitu, metode dan ukuran yang dikordinasi
bertujuan untuk menjaga kekayaan organisasi, memeriksa ketelitian serta keandalan
data pada bidang akuntansi, mendorong terciptanya efisiensi dan dipatuhinya
kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh menjemen. Selain itu fungsi pengendalian
internal juga harus memberikan keyakinan serta kepastian atas :

  1. Transaksi yang dicatat adalah benar dan ada eksistensi. Tidak dapat
    menyajikan atau memberikan transaksi yang fiktif dan yang sebenarnya
    tidak ada pada catatan akuntansi.
  2. Seluruh transaksi yang ada atau terjadi, harus dicatat. Perusahaan harus
    memiliki prosedur untuk memiliki pengendalian dari pencegahan
    penghilangan transaksi.
  3. Setiap transaksi yang sudah dicatat harus disajikan sesuai dengan nilai
    aslinya. Hal ini dilakukan demi menjaganya ke akuratan informasi pada
    setiap transaksi akuntansi.
  4. Transaksi harus diklasifikasikan pada perkiraan yang sesuai. Hal ini
    bertujuan agar perusahaan dapat mengklasifikasikan yang sesuai dengan
    perkiraan didalam jurnal laporan keuangan agar dapat dinyatakan dengan
    wajar.
  5. Seluruh transaksi harus dicatat pada waktunya. Hal ini bertujuan agar
    mencegah adanya keterlambatan pencatatan yang dapat mengakitbatkan
    perbedaan nilai antara yang dicatat dengan nilai yang sebenarnya dan dapat
    mengakibatkan terjadinya laporan keuangan yang terdapat unsur salah saji.
    Pengendalian internal adalah merupakan suatu susunan yang terstruktur
    mengenai pengawasan kegiatan dan perencanaan sebuah entitas yang berfungsi
    untuk mengawasi dan menyusun strategi dalam mengukur apakah perusahaan
    sudah melakukan kegiatannya dalam ketentuan yang berlaku. (Mulyadi, 2013).
    Sedangkan menurut (Valery, 2014), pengendalian internal adalah suatu cara untuk
    mengarahkan, mengawasi, dan mengukur sumberdaya suatu organisasi.
    Pengendalian internal memiliki peran penting untuk mencegah dan mendeteksi
    terjadinya fraud dan berfungsi untuk melindungi sumber daya organisasi baik yang
    berwujud maupun tidak (seperti reputasi atau hak kekayaan intelektual seperti merk
    dagang).